Anak Muda China Ciptakan "Profesor" AI untuk Tantang Mitos Orangtua
Dalam menghadapi tantangan komunikasi dengan orangtua, seorang pemuda di China telah menciptakan solusi yang cukup unik dan menarik. Alih-alih terlibat dalam diskusi panjang yang sering kali tidak membuahkan hasil, ia memilih untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan menciptakan sosok "profesor" virtual yang dapat menyampaikan pandangannya. Inilah langkah inovatif yang menarik perhatian banyak orang, terutama di kalangan generasi muda di China.
Pengenalan Karakter "Pak Zhao"
Karakter yang diciptakan oleh pemuda ini dikenal dengan nama "Pak Zhao", yang diambil dari akun media sosialnya yang bernama "Lao Zhao jiang dao li", yang berarti "Pak Zhao bicara masuk akal". Sosok ini dirancang menyerupai seorang pria paruh baya yang berwibawa, sehingga dapat memberikan kesan yang lebih serius dan dapat dipercaya. Melalui akun tersebut, "Pak Zhao" secara rutin membagikan artikel dan video yang berisi nasihat tentang mitos serta topik yang relevan dengan hubungan antara orangtua dan anak.
Dengan konten yang menarik dan mudah dipahami, "Pak Zhao" mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan anak muda masa kini. Hal ini termasuk tekanan untuk menikah serta pilihan karier yang sering kali dipengaruhi oleh harapan orangtua. Seakan menjadi jembatan komunikasi yang efektif, karakter ini memberikan suara bagi generasi muda yang merasa tertekan oleh tuntutan dari generasi sebelumnya.
Alasan di Balik Penciptaan "Pak Zhao"
Dalam wawancaranya, pencipta akun ini mengungkapkan bahwa ia merasa kesulitan untuk menyampaikan pandangannya kepada orangtuanya, yang sering kali lebih percaya pada nasihat kuno daripada mendengarkan pendapat anaknya sendiri. Ia menyadari bahwa orangtuanya cenderung lebih menghargai pendapat dari sosok yang dianggap lebih berpengalaman dan berpendidikan. Oleh karena itu, ia menciptakan "Pak Zhao" sebagai cara untuk menyampaikan pesan-pesan tersebut dengan cara yang lebih efektif.
Pemuda ini juga menyebutkan bahwa ia sering kali menerima kiriman artikel yang berisi pandangan kuno yang dianggap tidak relevan dengan realitas kehidupan anak muda saat ini. Misalnya, ada anggapan bahwa anak harus segera menikah atau bahwa profesi tertentu lebih dianggap sukses. Istilah yang digunakan untuk menyebut jenis artikel semacam itu di China adalah "toxic chicken soup", yang merujuk pada nasihat yang dianggap menggurui dan tidak realistis.
Strategi Membangun Kredibilitas "Pak Zhao"
Agar sosok "Pak Zhao" terlihat lebih meyakinkan, penciptanya merancang karakter ini dengan detail yang cermat. Dalam profil akunnya, "Pak Zhao" digambarkan sebagai seorang profesor pensiunan dari Chongqing yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam menjalin hubungan antara orangtua dan anak. Ia bahkan diklaim pernah menempuh pendidikan di Singapura dan telah menerbitkan berbagai artikel ilmiah. Meskipun semua identitas ini sepenuhnya fiktif, strategi ini berhasil menarik perhatian orangtuanya dan meningkatkan kredibilitas pesan yang disampaikan.
Pada hari pertama peluncuran akunnya, pemuda tersebut mengunggah hingga 18 artikel sekaligus. Ini adalah strategi yang terlihat efektif, karena dalam waktu singkat, "Pak Zhao" berhasil menciptakan dampak yang signifikan terhadap cara pandang orangtuanya.
Kesimpulan: Menggabungkan Teknologi dan Tradisi
Penciptaan "Pak Zhao" merupakan contoh menarik dari bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menjembatani kesenjangan komunikasi antara generasi. Dalam konteks budaya di China, di mana norma-norma tradisional sering kali bertentangan dengan aspirasi modern, sosok AI ini memberikan pendekatan baru bagi anak muda untuk menyampaikan pendapat mereka. Dengan cara yang kreatif dan inovatif, pemuda ini menunjukkan bahwa teknologi, jika digunakan dengan baik, dapat membantu meruntuhkan tembok pemisah antara generasi dan menciptakan dialog yang lebih konstruktif.
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/05/24/19010007/anak-muda-china-bikin-profesor-ai-untuk-lawan-orangtua



