Judul: Pengalaman Menggunakan Aplikasi Google Health: Antara Kecantikan dan Ketidaknyamanan
Setelah seminggu mencoba aplikasi Google Health yang baru, saya memiliki pandangan yang cukup berbeda dibandingkan dengan banyak pujian yang telah diberikan sebelumnya. Meskipun desainnya memikat dan grafisnya terlihat hidup, saya merasa pengalaman pengguna yang disajikan justru menurun. Mari kita bahas lebih dalam mengenai aplikasi ini.
Desain yang Menarik, tetapi...
Ketika pertama kali membuka aplikasi Google Health, perhatian saya langsung tertuju pada tampilan yang menawan. Grafis animasi dan kartu informasi yang tampak seolah ingin melompat dari layar menciptakan kesan yang menyegarkan. Namun, di balik keindahan tersebut, terdapat masalah signifikan terkait kemudahan penggunaan. Meskipun tampaknya menarik, aplikasi ini terasa kurang intuitif dan bahkan menyulitkan dalam beberapa aspek.
Fokus Berlebihan pada Teks
Saat membuka aplikasi, saya disuguhkan dengan kartu statistik di bagian atas dan blok teks besar di bawahnya. Sayangnya, hampir setiap kali saya membuka aplikasi, saya hanya disuguhi informasi dari Google Health Coach yang lebih banyak berupa teks. Bagi saya, melihat angka atau grafik jauh lebih informatif dibandingkan membaca deretan kalimat. Saya tidak ingin membaca banyak teks hanya untuk mengetahui bahwa detak jantung saya meningkat karena kurang tidur; saya ingin melihat grafik yang menunjukkan perubahan tersebut.
Alih-alih menampilkan data secara langsung, informasi yang disajikan terasa seperti interpretasi yang bertele-tele. Hal ini mengubah cara saya berinteraksi dengan aplikasi, karena saya lebih fokus pada penjelasan yang panjang ketimbang data konkret yang saya butuhkan. Jika Google ingin menjangkau pengguna yang kurang paham mengenai data kesehatan, seharusnya mereka juga mempertimbangkan pengguna yang sudah berinvestasi dalam perangkat seperti Pixel Watch atau Fitbit.
Kesulitan Menavigasi Tab Kesehatan
Masalah ini tidak hanya terbatas pada tampilan utama; tab Fitness dan Sleep pun memiliki keterbatasan yang sama. Tab Fitness menampilkan kartu besar untuk perpustakaan latihan, sehingga saya harus menggulir ke bawah untuk melihat aktivitas terbaru dan metrik penting. Begitu juga dengan tab Sleep yang dimulai dengan blok teks panjang mengenai tidur sebelum menunjukkan skor dan durasi tidur saya. Kembali lagi, saya harus menggulir untuk mendapatkan informasi yang lebih mendetail. Siapa yang merancang ini?
Kesimpulan: Desain Cantik, tetapi Pengalaman yang Buruk
Walaupun saya sangat menyukai desain baru aplikasi Google Health, saya merasa pengalaman pengguna yang disajikan sangat mengecewakan. Saya tidak ingin Google kembali ke desain lama aplikasi Fitbit; desain ini jauh lebih menarik untuk dilihat. Namun, saya berharap Google dapat melakukan beberapa perubahan untuk meningkatkan fungsionalitas aplikasi ini.
Perubahan kecil, seperti memperbaiki cara penyajian informasi dan memberikan opsi untuk memilih sumber data, dapat sangat membantu. Jika Google mampu mengimplementasikan pembaruan ini, saya yakin aplikasi ini akan menjadi platform kesehatan yang komprehensif dan berguna, bukan sekadar permainan informasi yang membingungkan. Dengan perubahan yang tepat, Google Health bisa menjadi aplikasi yang saya dan banyak pengguna lainnya harapkan.
Sumber: https://www.androidauthority.com/i-used-new-google-health-app-for-week-and-hate-it-3670318/



