Perubahan Besar di Pasar Smartphone Anggaran akibat Krisis RAM
Kenaikan harga RAM yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir akibat kebutuhan besar dari perusahaan AI telah berdampak luas pada sektor teknologi konsumen. Khususnya, ponsel anggaran dan menengah sangat rentan terhadap peningkatan harga ini. Namun, seorang leaker terkemuka telah membagikan informasi mengenai bagaimana produsen smartphone beradaptasi dengan situasi ini.
Kenaikan Harga RAM dan Dampaknya
Dalam laporan terbaru, veteran leaker yang dikenal dengan nama Digital Chat Station mengungkapkan bahwa banyak produsen smartphone sedang bersiap untuk melakukan sejumlah perubahan besar. Informasi ini dibagikan melalui platform Weibo, dan menunjukkan bagaimana para pembuat ponsel mencoba untuk tetap kompetitif di tengah krisis RAM ini.
Salah satu perubahan yang mungkin kita lihat adalah kembalinya spesifikasi ponsel dengan kombinasi 8GB RAM dan 512GB penyimpanan. Meskipun belum jelas apa yang akan diganti oleh konfigurasi ini, kemungkinan besar ini akan menjadi alternatif untuk varian 12GB/512GB atau 12GB/256GB pada perangkat mid-tier dan upper mid-range. Ini adalah langkah yang logis, mengingat saat ini RAM mengambil porsi besar dari biaya material ponsel.
Perubahan dalam Struktur Biaya Ponsel
Menurut laporan dari Counterpoint Research, ponsel dengan 8GB LPDDR5X RAM dan 256GB UFS 4.0 storage diproyeksikan akan memiliki proporsi biaya RAM dan penyimpanan masing-masing sebesar 14% dan 11% dari total biaya material (BoM) pada akhir kuartal pertama tahun ini. Angka-angka ini diprediksi akan meningkat menjadi 20% dan 16% pada kuartal kedua, menunjukkan betapa krusialnya pengaruh harga RAM dan penyimpanan terhadap keseluruhan biaya ponsel.
Kembalinya Slot SIM Hybrid
Salah satu perubahan yang paling dinanti adalah kembalinya slot SIM hybrid. Slot ini dapat digunakan untuk menampung baik SIM atau kartu microSD, dan biasanya ponsel dengan opsi ini juga memiliki slot SIM terpisah. Kembalinya slot ini sangat diharapkan, mengingat harga penyimpanan yang meningkat. Kartu microSD merupakan solusi murah dan efektif untuk memperluas kapasitas penyimpanan ponsel.
Fitur Lain yang Kembali Muncul
Selain slot SIM hybrid, Digital Chat Station juga mencatat kembalinya penggunaan bingkai plastik dan pemindai sidik jari "short-focus" yang kemungkinan adalah pemindai optik pada tahun 2026. Leaker ini secara spesifik menyebutkan segmen harga "3K", yang kira-kira setara dengan 3.000 yuan (sekitar $436). Segmen ini mencakup ponsel seperti OPPO Reno 15, OnePlus Ace 6T, dan Samsung Galaxy A56. Maka, jangan kaget jika ponsel mid-range atau flagship terjangkau berikutnya memiliki bingkai plastik dan pemindai sidik jari optik.
Di sisi lain, satu fitur yang cukup mengecewakan dan diprediksi akan kembali adalah layar 90Hz dengan notch air. Fitur ini telah menjadi ciri khas ponsel entry-level, seperti Galaxy A17 yang dibanderol sekitar $200 dan Redmi 15C sekitar $120. Namun, tampaknya fitur ini juga akan muncul pada beberapa ponsel dengan harga sedikit lebih tinggi.
Secara keseluruhan, tampaknya ponsel mid-range akan menawarkan lebih sedikit nilai dibandingkan sebelumnya pada tahun 2026 akibat dampak dari perusahaan-perusahaan AI. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan label harga dan spesifikasi ponsel yang Anda pertimbangkan tahun ini. Namun, kami berharap slot SIM hybrid khususnya dapat kembali muncul pada ponsel flagship Android di masa mendatang.
Sumber: https://www.androidauthority.com/budget-phones-changes-ram-crisis-leak-3651000/



