Advertisement
Beranda › Mencoba Google Tasks: Alternatif Terjangkau untuk Todoist yang Menjanjikan

Mencoba Google Tasks: Alternatif Terjangkau untuk Todoist yang Menjanjikan

1/31/2026

Mencoba Peruntungan Baru dengan Google Tasks

Setelah bertahun-tahun menggunakan aplikasi Todoist, penulis merasakan kebutuhan untuk mencari alternatif yang lebih terjangkau. Kenaikan harga yang baru-baru ini diterapkan membuatnya mempertimbangkan opsi lain, dan Google Tasks pun menjadi pilihan yang menarik. Namun, harapan untuk menemukan pengganti yang lebih baik tidak berjalan mulus.

Pengalaman Awal yang Menyesakkan

Awalnya, penulis menganggap Google Tasks sebagai salah satu aplikasi terburuk yang dimiliki Google. Dengan antarmuka yang sangat sederhana dan fitur yang minim, ia merasa aplikasi ini tidak sebanding dengan kompetitornya. Meskipun begitu, dengan keinginan untuk kembali ke aplikasi yang lebih minimalis seperti iA Writer dan Google Keep, penulis berpikir Google Tasks mungkin bisa memberikan pengalaman yang lebih baik.

Penulis memulai eksperimen ini dengan berusaha mereplikasi alur kerja dasar dari Todoist ke dalam Google Tasks. Ia membuat dua proyek utama — Pekerjaan dan Pribadi — dan menggunakan label untuk mengelompokkan tugas di dalam proyek tersebut. Misalnya, jika ada tugas untuk mengingatkan dirinya menelepon teman di hari ulang tahunnya, ia menambahkan tugas tersebut ke proyek Pribadi dan memberi label "Ulang Tahun". Dengan cara ini, penulis dapat dengan mudah membuat filter khusus untuk melihat semua tugas yang berkaitan dengan ulang tahun atau pekerjaan di satu layar. Namun, saat beralih ke Google Tasks, semuanya tidak berjalan sesuai harapan.

Ketidakpuasan yang Muncul

Setelah mencoba menambahkan beberapa daftar baru seperti Pekerjaan, Kebugaran, dan Pribadi, penulis segera mengalami batasan dan masalah lain. Salah satu keluhan utama adalah ketidakmampuan aplikasi untuk mendukung pemrosesan bahasa alami. Di Todoist, ia bisa menulis “Buat pizza besok jam 6 sore” dan aplikasi secara otomatis mengatur tanggal dan waktu. Namun, di Google Tasks, semua itu harus dilakukan secara manual, sebuah fitur yang seharusnya ada di aplikasi dengan nama besar seperti ini.

Selain itu, penulis juga tidak menyukai cara aplikasi menampilkan tugas. Setiap daftar memiliki tab tersendiri di aplikasi, sehingga untuk melihat semua tugas yang harus diselesaikan hari ini, ia harus menggeser melalui semua daftar yang ada. Jika Anda memiliki banyak daftar, ini bisa menjadi masalah yang cukup merepotkan.

Keterbatasan dalam Pengelolaan Tugas

Sementara banyak orang mengandalkan Google Calendar untuk melihat tugas mereka bersamaan dengan jadwal, penulis lebih memilih aplikasi to-do yang berdiri sendiri. Tanpa tampilan “Hari Ini” yang terintegrasi di dalam aplikasi, Google Tasks terasa terputus-putus. Selain itu, tidak adanya alur kerja Inbox yang didedikasikan membuat proses penambahan tugas menjadi kurang efisien. Penulis harus berpikir tentang di mana tugas tersebut seharusnya ditempatkan saat membuatnya, alih-alih langsung menyimpannya di tempat yang sesuai.

Salah satu fitur yang membuat penulis tidak nyaman adalah penghitungan total tugas yang telah diselesaikan. Meskipun bisa diperluas untuk melihat tugas yang telah selesai, tidak ada cara untuk menghapusnya secara permanen dari tampilan. Hal ini hanya menambah kekacauan pada antarmuka dan tidak memberikan nilai tambah bagi penggunanya.

Integrasi dengan Ekosistem Google

Walaupun ada banyak kekurangan, penulis mengakui bahwa ada beberapa aspek positif dari Google Tasks. Jika Anda bekerja di Gmail atau Google Docs, adanya sidebar Tasks sangatlah praktis. Fitur untuk menyeret email ke sidebar dan membuat tugas baru adalah keuntungan bagi pengguna Gmail. Penulis juga menyukai integrasi dengan Gemini, chatbot AI yang biasa digunakannya. Dengan hanya menggunakan suara, ia bisa menambahkan tugas dan melihat semua tugas yang terlambat atau jatuh tempo hari ini.

Meskipun integrasi ini tidak sempurna — ada beberapa kali di mana penulis tidak bisa menambahkan tugas ke daftar tertentu — secara keseluruhan, fitur ini masih lebih baik dibandingkan dengan apa yang ditawarkan oleh aplikasi lain saat ini. Penulis juga bisa menandai setiap tugas dengan bintang, meskipun fitur ini tidak terlalu mengesankan.

Setelah beberapa bulan menggunakan Google Tasks, penulis memutuskan untuk kembali ke Todoist sebelum langganannya berakhir. Ia berharap bisa merasakan pengalaman yang lebih baik, tetapi kenyataannya, Google Tasks dan penulis tidak dapat menemukan kesepakatan. Meskipun aplikasi ini cocok untuk beberapa orang, bagi penulis, Google Tasks terlalu sederhana dan tidak memenuhi kebutuhan manajemen tugasnya.

Sumber: https://www.androidauthority.com/i-ditched-todoist-from-google-tasks-3635478/

Baca Juga

Advertisement