Advertisement
Beranda › OnePlus Ace 6 Ultra: Harapan Gaming Mobile yang Tak Terwujud

OnePlus Ace 6 Ultra: Harapan Gaming Mobile yang Tak Terwujud

4/22/2026

OnePlus Ace 6 Ultra: Upaya Pertama yang Mengecewakan dalam Dunia Gaming

Dalam beberapa tahun terakhir, industri gaming handheld telah mengalami perubahan signifikan. Mengandalkan lampu berkedip di belakang ponsel dan menyebutnya sebagai ponsel gaming sudah usang. Kini, pemain di pasar memerlukan fitur-fitur gaming yang bermanfaat untuk menghadirkan pengalaman bermain yang lebih menyenangkan, baik itu melalui ponsel maupun perangkat khusus seperti Steam Deck.

Inovasi yang Menjanjikan, Namun...

Salah satu upaya terbaru datang dari OnePlus dengan peluncuran ponsel Ace 6 Ultra. Dikenal karena desain dan performanya yang solid, OnePlus mencoba memasuki arena gaming mobile dengan tambahan controller yang dapat dipasang. Controller ini dirancang untuk memberikan umpan balik tombol fisik yang lebih responsif. Namun, meskipun awalnya terlihat menarik, pendekatan ini terasa tidak memadai. Seakan melangkah satu langkah maju namun dua langkah mundur.

Dalam beberapa tahun terakhir, perangkat gaming handheld khusus telah booming, dengan desain yang jelas dan fungsional. Banyak merek PC ternama ikut serta dalam pengembangan perangkat ini, dengan filosofi desain yang serupa: layar di tengah, dilengkapi pegangan dengan joystick, paddle, dan tombol bahu, mirip dengan controller PS5. Meskipun tidak menawarkan cara bermain yang benar-benar baru, perangkat ini mampu membawa pengalaman bermain yang biasa Anda nikmati di konsol ke dalam bentuk portabel.

Perbandingan dengan Pesaing

Smartphone, di sisi lain, mencoba memberikan pengalaman gaming kelas atas dengan berbagai variasi. Salah satu contoh yang sukses adalah ASUS ROG Phone 9 Pro, yang dilengkapi dengan controller dua bagian yang dapat dipasang di sisi ponsel. Ini memberikan kontrol taktil yang luas, menjadikannya setara dengan controller gaming sejati tanpa mengorbankan pengalaman bermain.

Namun, jika Anda merasa kerepotan dengan aksesori tambahan, ponsel Xiaomi POCO F4 GT menawarkan solusi cerdas dengan tombol bahu fisik yang dapat muncul dan menghilang sesuai kebutuhan. Meskipun tidak seideal controller penuh, solusi ini cocok bagi gamer kasual maupun yang lebih serius.

Desain yang Membingungkan

Dibandingkan dengan produk-produk tersebut, OnePlus Ace 6 Ultra terasa seperti sebuah kebingungan. Ponsel ini mencoba memasarkan dirinya sebagai ponsel gaming, padahal sebenarnya adalah ponsel biasa. Jika OnePlus ingin, mereka bisa saja meniru pendekatan POCO dengan menawarkan tombol bahu fisik yang terintegrasi, menjadikannya sebagai ponsel gaming sejati. Namun, mereka memilih jalur yang lebih panjang dengan membuat controller snap-on yang terasa setengah matang.

Melihat gambar pemasaran ponsel ini, terlihat bahwa controller yang dipasang di belakang ponsel hanya memberikan beberapa tombol belakang dan paddle. Namun, di bagian depan, Anda masih harus mengetuk layar kaca tanpa adanya D-pad atau joystick. Hal ini bisa sangat membingungkan bagi pengguna yang terbiasa dengan controller gaming yang lengkap, dan dapat mengganggu ingatan otot saat bermain.

Masalah Harga dan Keterbatasan

Masalah utama saya dengan controller snap-on ini adalah konsepnya sendiri, yang berhubungan dengan faktor harga. Meskipun harga pastinya belum diumumkan, bisa dipastikan bahwa OnePlus akan menjualnya sebagai aksesori tambahan untuk meningkatkan nilai jual ponsel. Jika aksesori ini, yang hanya kompatibel dengan ponsel tertentu, harganya setara dengan controller penuh, mengapa seseorang memilih solusi yang tidak lengkap ini dibandingkan controller yang dapat dipasangkan dengan ponsel lain?

Sebagai pembanding, banyak mount yang tersedia untuk menyelesaikan masalah ergonomis saat menggunakan controller. Tanpa tambahan tersebut, OnePlus Ace 6 Ultra hanyalah ponsel Android menengah ke atas biasa. Sementara itu, jika Anda adalah gamer yang lebih serius, ada banyak solusi gaming portabel yang lebih lengkap daripada yang ditawarkan oleh OnePlus.

Kesimpulannya, OnePlus Ace 6 Ultra terjebak dalam posisi yang canggung. Tanpa aksesori, ia hanya ponsel biasa, dan dengan aksesori, pengalaman bermain tetap terasa tidak memadai. Bagi gamer sesekali, memilih ponsel menengah yang solid mungkin menjadi pilihan yang lebih baik. Sedangkan untuk gamer yang lebih serius, pendekatan POCO atau perangkat gaming handheld khusus lainnya menawarkan solusi yang lebih memadai. Dalam usaha untuk melakukan semuanya, OnePlus Ace 6 Ultra justru gagal memenuhi harapan yang diciptakannya sendiri.

Sumber: https://www.androidauthority.com/oneplus-ace-6-ultra-gaming-phone-total-mess-3659601/

Baca Juga

Advertisement