Advertisement
Beranda › Penjualan Smartphone di Cina Turun 4% Awal 2026, Apa Penyebabnya?

Penjualan Smartphone di Cina Turun 4% Awal 2026, Apa Penyebabnya?

3/21/2026

Penjualan Smartphone di Cina Mengalami Penurunan Awal 2026

Pasar smartphone di Cina mengalami penurunan yang cukup signifikan pada dua bulan pertama tahun 2026. Menurut laporan dari Counterpoint Research, pengiriman smartphone menurun sebesar 4% dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama. Penurunan ini terjadi meskipun ada upaya pemerintah untuk meningkatkan permintaan melalui subsidi dan promosi selama perayaan Tahun Baru Imlek.

Penyebab Penurunan Penjualan Smartphone

Permintaan untuk smartphone baru di Cina ternyata lebih rendah dari yang diperkirakan. Meskipun ada strategi promosi yang diharapkan dapat menarik perhatian konsumen, realitanya menunjukkan bahwa minat terhadap perangkat baru masih lesu. Bulan Februari, yang biasanya merupakan waktu puncak untuk belanja, mencatat sedikit peningkatan dalam pengiriman, namun tidak cukup signifikan untuk menutupi penurunan di bulan Januari.

  • Pengiriman smartphone menurun 4% dibandingkan tahun lalu.
  • Penyebab utama: permintaan yang tidak sesuai harapan.
  • Promosi pemerintah selama Tahun Baru Imlek tidak memberikan dampak signifikan.

Dampak Kenaikan Harga Komponen

Salah satu faktor yang mempengaruhi penjualan smartphone adalah kenaikan harga komponen yang semakin meningkat. Brand-brand seperti vivo dan Oppo telah mengkonfirmasi bahwa mereka akan menaikkan harga perangkat mereka. Hal ini tentu saja menambah tantangan bagi produsen smartphone, yang harus mencari cara untuk tetap kompetitif di pasar.

Counterpoint juga mencatat bahwa proyeksi untuk sisa tahun 2026 tidak terlihat cerah. Dengan biaya produksi yang meningkat, banyak pabrikan yang harus memikirkan kembali strategi mereka agar tetap dapat menjangkau konsumen. Di sisi lain, beberapa merek telah menunjukkan ketahanan, dan diharapkan dapat memanfaatkan keadaan ini untuk memperluas pangsa pasar mereka.

Apple dan Huawei: Pemain Utama yang Bertahan

Meski sejumlah merek mengalami penurunan, laporan juga menyoroti bahwa beberapa OEM seperti Apple dan Huawei diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pangsa pasar di tahun ini. Counterpoint mencatat bahwa Apple mengalami peningkatan penjualan smartphone sebesar 23% dalam dua bulan pertama 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan yang kuat untuk iPhone 17.

  • Apple: Penjualan meningkat 23% berkat permintaan iPhone 17.
  • Huawei: Memiliki rantai pasokan domestik yang kuat untuk mengatasi kenaikan biaya.

Apple memanfaatkan hubungan kuat dalam rantai pasokan untuk menyerap biaya komponen yang lebih tinggi. Sementara itu, Huawei yang juga telah membangun rantai pasokan yang tangguh, dapat bertahan dari lonjakan harga memori di pasar global. Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi kedua merek, terutama di tengah tantangan yang dihadapi oleh industri smartphone secara keseluruhan.

Harapan di Tengah Ketidakpastian

Ke depan, Counterpoint memprediksi bahwa periode antara bulan Maret hingga Mei akan menjadi waktu yang penuh tantangan. Namun, ada harapan bahwa festival belanja 618 pada bulan Juni dapat meningkatkan permintaan di pasar. Festival ini biasanya menjadi momen penting bagi konsumen untuk berbelanja, dan diharapkan dapat mendongkrak penjualan smartphone.

Dengan berbagai dinamika yang terjadi di pasar smartphone Cina, semua mata kini tertuju pada langkah berikutnya dari brand-brand besar. Apakah mereka dapat beradaptasi dengan tantangan yang ada dan tetap memikat konsumen? Hanya waktu yang akan menjawab pertanyaan tersebut.

Sumber: https://www.gsmarena.com/counterpoint_smartphone_sales_in_china_slump_during_first_months_of_2026-news-72033.php

Baca Juga

Advertisement