Polytron Tunda Peluncuran Laptop Baru karena Krisis Memori Global
Polytron, merek yang selama ini dikenal dengan produk-produk elektroniknya, mengumumkan penundaan rilis laptop baru yang seharusnya diluncurkan pada tahun 2026. Situasi ini terjadi setelah mereka mulai menjual laptop di Indonesia pada tahun 2025, namun langsung dihadapkan pada krisis pasokan memori global yang mengganggu rencana mereka.
Kesulitan dalam Mendapatkan Pasokan Memori
Tekno Wibowo, Commercial Director Polytron, menyatakan bahwa sebagai pemain baru di industri laptop, mereka masih mengalami kesulitan dalam mengamankan pasokan memori. Krisis ini diperkirakan akan berlanjut hingga akhir tahun 2026, memaksa Polytron untuk menyesuaikan rencana peluncuran produk baru mereka.
“Masalah chip ini memang akan menunda peluncuran kami. Namun, kami tetap berusaha untuk bernegosiasi terkait pasokan dan berbagai hal lainnya,” ungkap Tekno dalam acara Polytron Media Luncheon di Jakarta baru-baru ini. Ia menjelaskan bahwa seharusnya produk baru mereka sudah bisa diluncurkan pada kuartal pertama tahun 2026, tetapi karena kendala pasokan memori, mereka harus menunda rencana tersebut.
Penyesuaian Harga Laptop
Selain penundaan peluncuran, Tekno juga mengungkapkan bahwa harga laptop Polytron akan mengalami penyesuaian. Kenaikan harga diperkirakan berkisar antara 5-10%. Meskipun demikian, Tekno optimis bahwa dampak dari kenaikan harga ini tidak akan terlalu memengaruhi penjualan laptop mereka tahun ini.
“Kami tidak mempublikasikan angka penjualan di tahun pertama kami, tetapi kami yakin meskipun krisis memori melanda, bisnis laptop akan menjadi salah satu pilar utama bagi Polytron di masa depan,” tambahnya. Tekno menargetkan penjualan laptop Polytron dapat meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun 2025, tergantung pada ketersediaan pasokan yang ada.
Dampak Krisis Memori pada Bisnis Home Appliances
Krisis memori ini tidak hanya berdampak pada bisnis laptop Polytron, tetapi juga pada segmen home appliances yang selama ini menjadi andalan mereka. Albert Fleming, Head of Group Product Home Appliances, mengatakan bahwa meskipun ada efek yang dirasakan, pengaruhnya terhadap produk home appliances dengan teknologi Internet of Things (IoT) tidak terlalu signifikan.
“Secara persentase, dampak ini kecil. IoT masih menyumbang di bawah 2% dari total produk yang kami jual. Banyak orang yang belum memanfaatkan fitur IoT dalam peralatan rumah tangga mereka,” jelas Albert. Ia menambahkan bahwa dari survei yang dilakukan terhadap ribuan unit air conditioner IoT yang terhubung ke server mereka, hanya sekitar 60-70% yang benar-benar menggunakan fitur IoT tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada sekitar 30% pengguna yang menggunakan produk tersebut hanya sebagai perangkat biasa.
Kesimpulan dan Harapan ke Depan
Dengan penundaan peluncuran laptop dan penyesuaian harga yang harus dilakukan, Polytron tetap optimis terhadap masa depan bisnis laptop mereka. Meskipun dihadapkan pada tantangan pasokan, mereka berkomitmen untuk terus berusaha dan berharap dapat segera meluncurkan produk baru yang telah dinanti-nantikan oleh para konsumen. Dalam menghadapi krisis ini, kemampuan beradaptasi dan strategi yang tepat akan menjadi kunci keberhasilan mereka di pasar.
Sumber: https://inet.detik.com/consumer/d-8316172/polytron-tunda-rilis-laptop-baru-gegara-krisis-memori




