Advertisement
Beranda › Proyek DIY Menghidupkan Kembali Kontroler Stadia untuk Penggemar Retro

Proyek DIY Menghidupkan Kembali Kontroler Stadia untuk Penggemar Retro

3/19/2026

Transformasi Kontroler Stadia: Proyek DIY yang Menarik

Pada tahun 2026, perjalanan Stadia, platform permainan streaming ambisius dari Google, telah berakhir. Meskipun diumumkan akan ditutup pada pertengahan 2022, servernya resmi ditutup pada awal 2023. Meskipun banyak mantan pengguna Stadia yang menyimpan kontroler mereka, kini Google telah menghentikan dukungan firmware yang memungkinkan kontroler tersebut terhubung melalui Bluetooth. Namun, kabar baiknya, ada proyek DIY menarik yang dapat menghidupkan kembali kontroler Stadia lama Anda, terutama bagi para penggemar permainan retro.

Sejarah Singkat Kontroler Stadia

Kontroler Stadia awalnya dirancang untuk terhubung langsung dengan server Google melalui Wi-Fi, yang memungkinkan pengurangan latensi. Namun, ini juga berarti bahwa jika Anda ingin bermain dengan teman, Anda tidak bisa sembarangan menggunakan kontroler lain yang ada di sekitar Anda. Menanggapi hal ini, Google memperkenalkan mode Tandem, di mana Anda bisa menghubungkan kontroler kedua ke port USB-C pada kontroler Stadia. Meskipun demikian, penerapan mode ini cukup rumit, karena permainan hanya mengenali satu kontroler yang terhubung, sehingga hanya berguna untuk permainan yang dirancang untuk dibagi.

Proyek DIY untuk Menghidupkan Kontroler yang Terabaikan

Kini, mode Tandem tersebut kembali mendapatkan perhatian, terutama melalui video dari saluran Bringus Studios di YouTube. Proyek ini menyajikan cara untuk mengubah kontroler Stadia yang tidak terpakai menjadi adapter yang memungkinkan penggunaan kontroler USB berkabel sebagai kontroler Bluetooth. Meskipun Anda telah mengonversi kontroler Stadia ke mode Bluetooth, mode Tandem tetap dapat digunakan. Namun, alih-alih mendukung dua pemain sekaligus, proyek ini menghilangkan hampir semua tombol pada kontroler Stadia, hanya menyisakan tombol Home untuk menghidupkan perangkat, sehingga menciptakan adapter Bluetooth bertenaga baterai yang siap menerima input USB.

Proses Pembuatan yang Menantang

Meski proses pengambilan papan sirkuit dan baterai dari kontroler Stadia tergolong sederhana, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi. Jika Anda hanya mencabut stik analog dari kontroler, perangkat tersebut akan salah membaca input. Oleh karena itu, Anda perlu menyolder beberapa resistor di tempat stik tersebut untuk mengatasi masalah ini. Setelah beberapa usaha, Anda akan mendapatkan cara baru yang menarik untuk menggunakan kontroler USB lama sebagai kontroler Bluetooth.

Kompabilitas dan Eksperimen dengan Berbagai Kontroler

Video tersebut mencoba berbagai kontroler untuk melihat mana yang berhasil dan mana yang tidak, bahkan bereksperimen dengan hub USB yang terhubung ke perangkat. Google juga memiliki daftar kontroler Xbox dan PlayStation yang didukung, dan tampaknya kompatibilitas dalam proyek ini cukup baik. Mengingat seberapa agresif Google berusaha mendistribusikan kontroler Stadia kepada para gamer, besar kemungkinan Anda memiliki satu atau dua kontroler yang tergeletak di rumah. Mengapa tidak mencoba proyek ini dan memberikan kehidupan baru pada barang-barang lama tersebut?

Sumber: https://www.androidauthority.com/stadia-usb-adapter-3650163/

Baca Juga

Advertisement