Advertisement
Beranda › Samsung Mengakui Tanggung Jawab dalam Kasus Galaxy S25 Plus yang Meledak

Samsung Mengakui Tanggung Jawab dalam Kasus Galaxy S25 Plus yang Meledak

1/23/2026

Samsung Mengakui Tanggung Jawab dalam Kasus Galaxy S25 Plus yang Meledak

Pada 22 Januari 2026, sebuah pernyataan resmi dari Samsung Electronics Amerika mengonfirmasi bahwa perusahaan telah mengakui tanggung jawab atas insiden meledaknya Galaxy S25 Plus. Kasus ini melibatkan ponsel yang baru berusia dua bulan yang mengalami apa yang disebut sebagai "thermal runaway event" saat pengisian daya di rumah pengguna di Indiana, Amerika Serikat.

Insiden Meledaknya Ponsel yang Mengkhawatirkan

Menurut pengakuan pengguna, Galaxy S25 Plus tersebut meledak saat sedang diisi ulang menggunakan charger dan kabel resmi dari Samsung. Ledakan ini menyebabkan kebakaran yang membakar karpet di rumah mereka. Seluruh anggota keluarga yang ada di rumah tersebut terpapar asap dari insiden ini, sehingga mereka harus segera mengunjungi layanan kesehatan untuk mengatasi masalah pernapasan akibat menghirup asap.

Keluarga tersebut kemudian memutuskan untuk mengambil langkah formal dengan mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung kasus mereka. Mereka menyertakan laporan dari pemadam kebakaran setempat yang menegaskan adanya kejadian overheating baterai, serta catatan medis terkait masalah pernapasan dan bukti pembelian ponsel serta aksesori pengisian daya resmi. Menurut laporan, pemadam kebakaran menyimpan perangkat yang rusak selama sekitar sebulan sebelum mengirimkannya kepada tim forensik Samsung untuk diselidiki lebih lanjut.

Penawaran Kompensasi dari Samsung

Setelah dua bulan proses penyelidikan, Samsung akhirnya mengakui tanggung jawab atas insiden tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pengguna di Reddit, perusahaan telah setuju untuk mengganti kerugian atas Galaxy S25 Plus yang rusak, menanggung biaya medis keluarga, serta menutupi biaya pembersihan dan perbaikan akibat kebakaran.

Lebih lanjut, tim Asuransi Kebakaran dan Kelautan Samsung juga dilaporkan menawarkan kompensasi sebesar $500 per orang untuk anggota keluarga pengguna, yang terdiri dari dua orang dewasa dan satu anak, sebagai bentuk "rasa sakit dan penderitaan" akibat insiden tersebut. Namun, pengguna merasa jumlah kompensasi ini sangat rendah, karena tidak mencakup kemungkinan pemantauan kesehatan jangka panjang setelah terpapar asap baterai lithium-ion, serta dampak psikologis dari terbangun di tengah kebakaran kimia yang mengerikan.

Dampak Psikologis dan Pencarian Nasihat Hukum

Salah satu anggota keluarga kini mengalami ketakutan yang mendalam untuk mengisi daya ponselnya setelah trauma yang dialami. Pengguna tersebut kini sedang mencari saran dari orang lain yang mungkin pernah mengalami kasus tanggung jawab produk serupa. Hingga saat ini, Samsung belum memberikan komentar resmi mengenai detail kasus ini di luar informasi yang telah dibagikan oleh pengguna.

Apakah Ini Kasus Terisolasi?

Meskipun insiden ini sangat mengkhawatirkan, saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa ada masalah luas terkait overheating baterai pada seri Galaxy S25. Namun, setidaknya ada dua laporan kebakaran lainnya yang melibatkan perangkat Galaxy S25. Salah satunya terjadi di Korea Selatan, di mana Galaxy S25 Plus dilaporkan terbakar saat tidak dalam pengisian daya, dan yang lainnya adalah Galaxy S25 yang terbakar saat sedang diisi di dalam mobil.

Insiden ini tentunya menjadi perhatian bagi pengguna ponsel Samsung di seluruh dunia. Meskipun Galaxy S25 memiliki banyak fitur unggulan, kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya berhati-hati dalam penggunaan perangkat elektronik, terutama yang berkaitan dengan pengisian daya.

Sumber: https://www.androidauthority.com/samsung-galaxy-s25-plus-explosion-case-3634441/

Baca Juga

Advertisement