Advertisement
Beranda › Strategi China Mengelakkan Batasan Chip AI AS: Gelapkan 4,8 PB Data ke Malaysia

Strategi China Mengelakkan Batasan Chip AI AS: Gelapkan 4,8 PB Data ke Malaysia

6/19/2025

ZONA GADGET - China sepertinya tidak pernah kekurangan metode untuk menyiasati beragam hambatan yang diberlakukan AS terkait akses teknologi. Strategi paling baru dari China adalah mengelabili ketentuan tentang chip kecerdasan buatan ( artificial intelligence (AI) Hal ini dilakukan oleh AS melalui pengiriman hard disk ke negara lain.

Menurut laporan Wall Street Journal (WSJ), China mengutus empat engineer AI yang menyelundupkan hard disk dengan kapasitas yang besar menuju Malaysia. Kejadian tersebut dikabarkan terjadi di awal bulan Maret tahun 2025 kemarin.

Masing-masing engineer itu membawa 15 hard disk dengan kapasitas 80 TB ke dalam koper. Media penyimpanan itu memuat spreadsheet , gambar, hingga klip video untuk pelatihan AI.

Jika dijumlahkan, total kapasitas dari seluruhnya menjadi seperti berikut: hard disk Itu kira-kira 4,8 petabita (PB), atau setara dengan 4.800 terabit (TB). Volume data tersebut dianggap cukup untuk mengajari beberapa model kecerdasan buatan berukuran besar.

Semua jenis perangkat penyimpanan tersebut terbagi menjadi empat kategori. engineer berbeda, agar lebih mudah lolos dari pemeriksaan bea cukai dan imigrasi Malaysia.

Setelah lolos, keempat engineer itu menuju ke sebuah data center di Negeri Jiran yang sudah disewa untuk memproses data dan membangun model AI. Di sana, perusahaan yang menaungi engineer itu menyewa sekitar 300 server AI Nvidia.

Data center tersebut dioperasikan oleh perusahaan Singapura dan dilaporkan memiliki chip AI kelas atas seperti Nvidia Hopper.

Menurut sumber yang dikutip WSJ, operasi penyelundupan itu memakan waktu lama, hingga persiapan selama berbulan-bulan.

Para engineer di China memilih menerbangkan hard disk Karena membutuhkan waktu lama untuk mentransfer data secara online. Meskipun pada kenyataannya, metode ini juga menjadikan pelatihan AI menjadi lebih kompleks daripada jika dilakukan langsung di China.

Akan tetapi, pembatasan dari Amerika Serikat yang melarang teknologinya digunakan oleh China, menghambat perusahaan di negeri tersebut untuk melakukan impor. hardware canggih yang diperlukan demi melatih AI.

Teknisi-teknisi tersebut dikabarkan telah pulang ke China beberapa waktu lalu, memboyong sejumlah besar data dalam hitungan gigabyte, termasuk paramater-model yang akan jadi acuan untuk pengeluaran sistem AI.

Adapun peristiwa ini memberikan gambaran bagaimana upaya China menghindari larangan pengiriman chip AI buatan AS ke negaranya.

Alih-alih menyelundupkan chip AS ke wilayahnya, China memutar otak dengan singgah ke negara lain yang masih punya akses ke chip AI mutakhir, dihimpun KompasTekno dari TomsHardware .

Pelibatan Malaysia dan Singapura bukan tanpa alasan. Berdasarkan Aturan Akhir Sementara tentang Penyebarluasan Kecerdasan Buatan (Interim Final Rule on Artificial Intelligence Diffusion) yang disahkan januari lalu, AS membagi prioritas ekspor chip AI ke dalam tiga kategori/tier.

Malaysia dan Singapura, bersama dengan kebanyakan negara di Eropa Timur, Timur Tengah, Meksiko, serta bagian dari wilayah Amerika Latin, berada dalam kategori kedua. Ini menunjukkan bahwa jumlah maksimum chip AI yang dapat diekspor adalah hingga 50.000 GPU sampai tahun 2027.

China berada di tingkat tiga bersama dengan 'lawan' AS lainnya seperti Iran, Rusia, serta beberapa negara terlarang. Negara-negara dalam kategori ini sepenuhnya dilarang untuk mengimpor chip kecerdasan buatan dari Amerika Serikat.

Advertisement