Pengenalan Streaming Box Baru dari Thomson
Dalam dunia perangkat streaming, Google TV Streamer telah menjadi pilihan utama bagi banyak pengguna Android dan penggemar ekosistem Google. Dengan harga premium sekitar $100, perangkat ini menawarkan kualitas 4K yang mengesankan. Namun, bagi mereka yang mencari alternatif lebih terjangkau, merek-merek seperti Thomson dan Onn hadir dengan solusi yang lebih ramah di kantong. Salah satu produk terbaru dari Thomson, yaitu Thomson Google TV Streaming Box 260 Pro 4K, siap bersaing dengan Google TV Streamer meskipun memiliki beberapa keunggulan dan kekurangan.
Spesifikasi dan Fitur Utama
Thomson 260 Pro 4K didukung oleh chipset Amlogic 905X5M-B, yang mengintegrasikan CPU quad-core ARM Cortex-A55 dan GPU ARM G310 V2. Streaming box ini menawarkan kemampuan video 4K dengan kecepatan 60FPS, menjadikannya pilihan menarik untuk menikmati konten berkualitas tinggi.
Seperti halnya Google TV Streamer, perangkat ini dilengkapi dengan 4GB RAM. Namun, keunggulan utama dari Thomson 260 Pro 4K terletak pada penyimpanan internalnya yang mencapai 64GB, dua kali lipat dari apa yang ditawarkan Google TV Streamer. Ini memberikan ruang lebih bagi pengguna untuk menyimpan aplikasi dan konten favorit mereka.
Konektivitas yang Menarik
Salah satu fitur menarik dari Thomson 260 Pro 4K adalah adanya dua port USB-A dengan kecepatan USB 2.0 dan satu port Gigabit Ethernet. Meskipun Google TV Streamer juga menyediakan konektivitas Gigabit Ethernet, perangkat ini tidak memiliki port USB-A, melainkan hanya port USB-C. Bagi pengguna yang masih menggunakan perangkat lama, keberadaan port USB-A pada Thomson akan sangat menguntungkan.
Keterbatasan yang Perlu Diperhatikan
Meskipun memiliki banyak keunggulan, ada beberapa kekurangan yang perlu dicatat. Thomson 260 Pro 4K tidak mendukung Dolby Vision dan Dolby Atmos, yang bisa menjadi kekurangan besar bagi para penggemar home theater. Meskipun perangkat ini mendukung output audio optik serta Dolby Digital dan Dolby Digital Plus, ketidakadaan dukungan untuk fitur-fitur canggih tersebut dapat membuat pengalaman menonton kurang optimal. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan chipset yang digunakan, di mana jika ingin mendukung Dolby Vision dan Atmos, Thomson seharusnya menggunakan chipset Amlogic S905X5M-J.
Selain itu, port HDMI yang tersedia hanya mendukung HDMI 2.0, bukan HDMI 2.1. Konektivitas nirkabel juga terbatas pada Wi-Fi 5 dan Bluetooth 5.2, yang mungkin tidak memenuhi kebutuhan pengguna yang menginginkan teknologi terbaru.
Posisi di Pasar dan Kesimpulan
Thomson 260 Pro 4K akan memiliki posisi yang unik dalam jajaran produk Thomson, mengingat perusahaan ini juga menawarkan model-model lain yang dilengkapi dengan dukungan Dolby Atmos dan HDMI 2.1. Namun, model-model tersebut cenderung memiliki kapasitas penyimpanan dan RAM yang lebih rendah. Dengan demikian, Thomson 260 Pro 4K bisa dianggap sebagai perangkat yang memiliki kelebihan dan kekurangan sekaligus.
Saat ini, informasi mengenai harga perangkat ini masih belum tersedia, sehingga sulit untuk menentukan nilai sebenarnya dari streaming box ini. Pertanyaan penting yang mungkin muncul adalah, seberapa banyak Anda bersedia membayar untuk perangkat streaming 4K dengan penyimpanan dan memori tinggi, namun tanpa fitur-fitur Dolby yang canggih? Mari kita tunggu dan lihat bagaimana respon pasar terhadap produk ini.
Sumber: https://www.androidauthority.com/thomson-google-tv-streamer-rival-3650599/




