China Ambil Alih Takhta Superkomputer Tercepat Dunia
Dalam perkembangan terbaru di dunia teknologi, China kembali mengukuhkan diri sebagai penguasa superkomputer tercepat di dunia. Sistem superkomputer yang dinamakan LineShine berhasil merebut posisi puncak dalam daftar Top500, yang dirilis pada Juni 2026. Dengan pencapaian ini, China mengakhiri dominasi Amerika Serikat yang sebelumnya dipegang oleh El Capitan, superkomputer milik Lawrence Livermore National Laboratory di California.
Performa Hebat LineShine
LineShine mencatat performa mengesankan dengan kemampuan mencapai 2.198 petaflop, setara dengan sekitar 2,2 exaflop. Ini berarti LineShine lebih unggul sekitar 21 persen dibandingkan El Capitan yang mencatat 1.809 petaflop. Dengan hasil ini, El Capitan kini berada di posisi kedua dalam daftar superkomputer tercepat dunia.
Daftar Top500 sendiri merupakan acuan global yang diperbarui setiap enam bulan sejak tahun 1993, bertujuan untuk mengukur performa superkomputer berdasarkan kemampuan komputasinya. Selain itu, LineShine juga menempati posisi teratas dalam pengujian High Performance Conjugate Gradient (HPCG), yang dirancang untuk mengukur performa sistem saat menjalankan aplikasi ilmiah dunia nyata.
Inovasi Dalam Desain Chip
Salah satu aspek menarik dari LineShine adalah pendekatannya yang inovatif. Berbeda dengan banyak superkomputer lainnya yang mengandalkan GPU eksternal dari perusahaan seperti Nvidia atau AMD, LineShine mengintegrasikan fungsi komputasi ala GPU langsung ke dalam chip utama. Prosesor yang digunakan adalah LingKun LX2 dan akselerator LingQi, yang semuanya dikembangkan di dalam negeri.
Sistem ini memiliki sekitar 13,79 juta inti komputasi yang tersebar di 90 kabinet perangkat keras. Chip yang digunakan oleh LineShine mengadopsi arsitektur instruksi dari Arm Holdings, perusahaan asal Inggris yang kini dimiliki oleh konglomerat Jepang, SoftBank. Meskipun teknologi Arm banyak digunakan dalam smartphone, kini semakin banyak digunakan di pusat data oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Nvidia dan Amazon.
Pencapaian yang Signifikan di Tengah Pembatasan
Pencapaian ini sangat signifikan, terutama mengingat adanya pembatasan ketat yang diterapkan oleh pemerintah AS terhadap ekspor teknologi ke China dalam beberapa tahun terakhir. Pembatasan ini mencakup penjualan GPU AI canggih dari Nvidia dan AMD, serta berbagai aturan yang membatasi akses China terhadap teknologi semikonduktor mutakhir.
LineShine kini digunakan untuk berbagai proyek penelitian berskala besar, mulai dari simulasi sistem Bumi yang mencakup atmosfer, lautan, daratan, dan lapisan es, hingga simulasi yang kompleks mengenai otak manusia yang membutuhkan kapasitas komputasi yang sangat besar. Dengan kemampuan superkomputer ini, diharapkan penelitian di berbagai bidang dapat semakin maju dan mendalam.
Kesimpulan
Dengan keberhasilan LineShine, China menunjukkan kemajuan teknologi yang pesat dan mampu bersaing di kancah internasional meskipun ada berbagai pembatasan. Pencapaian ini bukan hanya sekadar prestasi dalam dunia superkomputer, tetapi juga merupakan simbol dari inovasi dan ketahanan industri teknologi di China. Kita patut menantikan bagaimana perkembangan ini akan mempengaruhi lanskap teknologi global di masa depan.
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/06/29/17350057/china-kembali-kuasai-takhta-superkomputer-tercepat-dunia-geser-as


