Pengenalan Perkembangan Chip AI di China
Kemajuan industri chip kecerdasan buatan (AI) di China telah menjadi sorotan utama dalam dunia semikonduktor. Penemuan dan inovasi yang terjadi di negeri tirai bambu ini berpotensi mengganggu dominasi produsen chip global, termasuk dua raksasa asal Korea Selatan: Samsung Electronics dan SK Hynix.
Penurunan Saham yang Signifikan
Pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026, saham kedua perusahaan tersebut mengalami penurunan yang cukup tajam. Saham Samsung ditutup dengan penurunan 13,4 persen, yang menjadi penurunan harian terbesar dalam hampir dua dekade terakhir. Di sisi lain, SK Hynix mengalami penurunan lebih parah, yaitu 14,7 persen. Penurunan ini turut menyeret indeks saham Korea Selatan (KOSPI) yang anjlok sebesar 10,8 persen, mencatatkan penurunan harian terbesar sejak konflik AS-Iran.
Penyebab Aksi Jual Saham
Aksi jual yang terjadi tidak hanya dialami oleh Samsung dan SK Hynix, tetapi juga melanda perusahaan semikonduktor lainnya. Saham Kioxia Holdings dari Jepang turun 18,3 persen, sedangkan MediaTek dari Taiwan melemah hampir 10 persen. Menurut analis, penurunan ini dipicu oleh laporan mengenai kemajuan teknologi semikonduktor di China, yang menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di sana berupaya untuk mengembangkan mesin litografi deep ultraviolet (DUV) secara mandiri.
Teknologi Litografi DUV dan Masa Depan Chip
Teknologi litografi DUV merupakan metode yang digunakan dalam proses manufaktur semikonduktor untuk mencetak pola sirkuit pada wafer silikon. Dengan panjang gelombang sekitar 193 nanometer, teknologi ini memungkinkan pencetakan pola yang lebih rumit. Laporan menyebutkan bahwa Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), perusahaan chip terbesar di China, berhasil memproduksi chip dengan fabrikasi 5 nanometer. Mereka menggunakan alat DUV yang ada untuk membangun proses manufaktur ultra-presisi, yang dapat menyaingi hasil dari teknologi Extreme Ultraviolet (EUV).
Lebih jauh lagi, SMIC dikabarkan sedang bereksperimen untuk mendorong teknologi DUV ke level yang lebih ekstrem, yaitu untuk memproduksi chip 3 nanometer menggunakan metode Self-Aligned Octuple Patterning (SAOP). Jika berhasil, teknologi ini dapat meningkatkan kapasitas produksi chip di China dengan cepat, sehingga menambah ketatnya persaingan di pasar global.
Dengan perkembangan ini, jelas terlihat bahwa kemajuan teknologi di China tidak hanya mengguncang pasar saham, tetapi juga memicu perubahan besar dalam lanskap industri semikonduktor dunia.
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/07/29/10230087/kemajuan-chip-ai-china-bikin-saham-samsung-dan-sk-hynix-kompak-rontok



