Judul: Munculnya Desain Liquid Glass di Aplikasi Android: Apa yang Terjadi?
Di dunia aplikasi mobile, desain menjadi salah satu aspek yang sangat penting. Terutama bagi pengguna Android, yang dikenal dengan fleksibilitas dan opsi kustomisasi tinggi. Namun, belakangan ini, banyak aplikasi Android yang mengadopsi desain Liquid Glass milik Apple, dan hal ini memicu perdebatan di kalangan pengguna. Mari kita telusuri lebih dalam tentang fenomena ini.
Ketergantungan pada Desain Apple
Banyak pengguna Android merasa resah melihat semakin banyak aplikasi yang mengadopsi bahasa desain Apple, atau versi setengah matang dari desain tersebut. Misalnya, aplikasi pencatatan populer, Obsidian, baru saja mendapatkan pembaruan yang membuat antarmukanya terasa sangat mirip dengan iOS. Tombol melayang berbentuk bulat, bar di bagian bawah, serta penggunaan warna yang minim membuat pengalaman pengguna terasa asing bagi pengguna Android.
Dalam konteks ini, masalah bukan terletak pada pengembang pihak ketiga yang memberikan opsi desain, tetapi pada pengembang aplikasi yang memilih bahasa desain Apple sebagai standar default. Hal ini menciptakan pengalaman yang tidak sesuai dengan estetika Android yang sudah dikenal.
Contoh Nyata: Obsidian dan Telegram
Obsidian adalah contoh nyata dari aplikasi yang mengadopsi desain Liquid Glass dengan sangat mencolok. Meskipun aplikasi ini terasa native dan responsif, terdapat beberapa perubahan kecil yang bisa dilakukan untuk menciptakan pengalaman yang lebih sesuai dengan Android. Misalnya, mengubah bentuk tombol melayang di bagian atas layar menjadi lebih mirip dengan tombol yang umum pada Android, serta menerapkan sistem warna Material You untuk memberikan sentuhan personal pada antarmuka.
Di sisi lain, aplikasi Telegram juga mengalami kebingungan dalam memilih desain. Versi terbaru dari aplikasi ini tampak seperti versi yang dilemahkan dari iOS. Meskipun Telegram dikenal dengan desain yang menarik dan pengalaman pengguna yang baik, campuran antara Liquid Glass dengan elemen desain lainnya justru mengecewakan. Alih-alih memiliki konsistensi dalam desain, Telegram justru menghadirkan hibrida antara desain iOS dan elemen lainnya yang membuat pengalaman pengguna terasa tidak sepenuhnya Android.
Konsistensi dalam Desain: Mengapa Itu Penting?
Konsistensi dalam desain sangat penting untuk membangun identitas merek. Robinhood adalah contoh aplikasi yang berhasil menciptakan sistem desain yang konsisten tanpa mengadopsi elemen Liquid Glass atau Material 3 Expressive. Meskipun pengembangan sistem desain kustom seperti yang dimiliki Robinhood memerlukan banyak sumber daya, penting untuk menjaga kesesuaian antarmuka pengguna di berbagai platform.
Namun, banyak pengembang aplikasi, termasuk Telegram, memilih untuk menggunakan komponen dari alat native yang tersedia, yang dapat mengakibatkan ketidakkonsistenan. Hal ini menciptakan kesan bahwa pengguna menggunakan aplikasi yang terinspirasi dari iPhone saat menggunakan Android mereka. Sementara itu, aplikasi iPhone Telegram telah diperbarui dengan cepat untuk mematuhi pedoman Liquid Glass dan animasi yang sesuai.
Harapan untuk Masa Depan Desain Android
Kami memahami bahwa aplikasi adalah bisnis yang ingin menghemat biaya, dan menggunakan satu desain di berbagai platform dapat menjadi solusi yang efisien. Namun, kami berharap pengembang aplikasi memberikan lebih banyak perhatian pada sisi Android. Ketika Google mengumumkan Material 3 Expressive, banyak yang berharap melihat ide-ide berani untuk desain aplikasi masa depan. Namun, hampir setahun sejak pengumuman tersebut, belum ada aplikasi yang mendekati apa yang ditampilkan oleh Google, bahkan dari Google itu sendiri.
Material 3 Expressive memiliki potensi besar, dan sangat disayangkan jika hal ini tidak dimanfaatkan dengan baik. Kami berharap lebih banyak pengembang yang mau berinvestasi dalam desain yang sesuai dengan ekosistem Android, sehingga pengguna dapat menikmati pengalaman yang lebih menyeluruh dan memuaskan.
Dengan semakin banyaknya aplikasi yang mengadopsi desain Liquid Glass, penting bagi pengguna untuk tetap kritis dan mendorong pengembang untuk lebih memperhatikan desain yang sesuai dengan platform yang mereka gunakan. Mari kita dukung pengembangan antarmuka pengguna yang lebih baik untuk pengalaman Android yang lebih baik.
Sumber: https://www.androidauthority.com/android-apps-using-liquid-glass-3642290/




