Beranda › G2 Esports Akhiri Dominasi T1 di MSI 2026

G2 Esports Akhiri Dominasi T1 di MSI 2026

7/12/2026
G2 Esports Akhiri Dominasi T1 di MSI 2026

G2 Esports Mematahkan Kutukan T1

G2 Esports akhirnya mampu memutus dominasi T1 di arena internasional setelah menumbangkan wakil Korea Selatan tersebut dengan skor 3-1 pada Lower Bracket Round 2 Mid-Season Invitational (MSI) 2026. Kemenangan ini bukan hanya membawa G2 ke babak empat besar, tetapi juga mengakhiri penantian hampir tujuh tahun untuk mengalahkan T1 dalam format best-of-five.

Keputusan Mengejutkan di MSI 2026

Hasil pertandingan ini menjadi salah satu kejutan terbesar dalam kompetisi kali ini, mengingat T1 yang sebelumnya merupakan juara dunia tiga kali berturut-turut harus pulang dengan peringkat 5-6. Ini menjadi pencapaian terburuk bagi T1, karena untuk pertama kalinya mereka gagal menembus babak empat besar dalam sejarah organisasi.

Pencapaian Individu yang Mengesankan

Meskipun T1 tersingkir, pertandingan dramatis ini melahirkan sejumlah rekor baru dari AD Carry mereka, Kim "Peyz" Su-hwan. Pada game keempat yang berlangsung sengit, ia berhasil mencatatkan pentakill menggunakan Caitlyn, serta menorehkan total 17 kill dan 1.713 damage per minute (DPM), yang menjadi angka tertinggi dalam sejarah MSI.

Namun, pencapaian individu yang menakjubkan tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan T1 dari eliminasi. Peyz kini menjadi pemain ketiga dalam sejarah kompetitif League of Legends yang mencetak pentakill di panggung internasional tetapi tetap harus menerima kekalahan pahit di akhir laga.

Performa Gemilang G2 Esports

Di sisi lain, kesuksesan G2 Esports tidak lepas dari performa luar biasa sang top laner, Sergen "BrokenBlade" Çelik. Menggunakan hero Kled pada game keempat, ia berhasil meraih 15 kill, menyamai rekor kill terbanyak seorang top laner dalam satu pertandingan internasional yang telah bertahan sejak 2012. Laga penentu ini berjalan sangat menegangkan dan dinobatkan sebagai game paling panjang dan paling berdarah di MSI 2026.

Berdurasi 50 menit 57 detik, pertempuran antara kedua tim raksasa ini menghasilkan total 61 kill di sepanjang arena map. Banyak penggemar memberikan apresiasi tinggi kepada pelatih G2, Dylan Falco, yang dinilai cerdas dalam meramu strategi untuk mematikan pergerakan T1.

Kombinasi pemilihan hero yang tepat dan eksekusi disiplin tinggi dari para pemain G2 membuat mereka mampu mengatasi tekanan mental dari tim tersukses di dunia tersebut. Dengan kemenangan bersejarah ini, G2 Esports berhak melaju ke babak selanjutnya untuk menjaga harapan benua Eropa di kancah internasional.

Langkah berat berikutnya sudah menanti di depan mata, di mana mereka dijadwalkan akan menantang Lyon Gaming untuk memperebutkan tiket menuju babak Grand Final.

Sumber: https://www.esports.id/read/g2-akhiri-kutukan-tujuh-tahun-atas-t1-di-panggung-msi-2026-18977

Iklan