Advertisement
Beranda › Gangguan Sinyal GPS di Eropa Terungkap, Satelit Rusia Jadi Penyebabnya

Gangguan Sinyal GPS di Eropa Terungkap, Satelit Rusia Jadi Penyebabnya

6/9/2026

Gangguan Sinyal GPS di Eropa: Penelitian Mengungkap Pelakunya

Selama bertahun-tahun, wilayah Eropa mengalami gangguan signifikan pada sinyal GPS, yang kini telah teridentifikasi penyebabnya. Penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Texas at Austin, yang dipimpin oleh Profesor Todd Humphreys, berhasil menemukan bahwa satelit milik Rusia menjadi biang keladi dari masalah ini. Temuan ini tidak hanya mengejutkan, tetapi juga menunjukkan kemampuan teknologi yang mampu mengganggu sinyal navigasi secara luas, sebuah fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sejarah Gangguan Sinyal GPS

Sejak 2019, para peneliti mencatat terjadi 75 insiden gangguan sinyal GPS yang melibatkan wilayah yang sangat luas, mulai dari Islandia di utara hingga Italia di selatan. Gangguan ini berlangsung kurang dari 10 detik, namun cukup signifikan untuk menurunkan rasio sinyal terhadap gangguan suara (carrier-to-noise ratio atau CNR) sebesar 5 dB atau lebih. Meskipun dampaknya tidak terlalu serius—karena banyak perangkat GPS secara otomatis beralih ke sinyal cadangan atau menggunakan data lokasi terakhir yang diketahui—keberadaan gangguan ini tetap menjadi perhatian serius para ahli teknologi dan keamanan.

Penyelidikan dan Penemuan Sumber Gangguan

Dalam upaya mengidentifikasi penyebab gangguan, tim peneliti membangun kerangka kerja khusus berbasis data dari 165 stasiun referensi GPS yang tersebar di seluruh Eropa. Setelah analisis mendalam, mereka menemukan bahwa tiga satelit dari konstelasi Edinaya Kosmicheskaya Sistema (EKS) milik Rusia adalah pelaku di balik gangguan tersebut. Sistem satelit EKS sendiri dirancang untuk mendeteksi peluncuran rudal dan ledakan nuklir di seluruh dunia, yang memberikan konteks lebih dalam mengenai fungsi dan tujuan dari satelit-satelit ini.

Karakteristik Sinyal Gangguan

Temuan menarik lainnya berkaitan dengan karakteristik teknis dari sinyal gangguan. Penelitian menunjukkan bahwa sinyal tersebut tidak berada pada frekuensi GPS L1, melainkan sedikit bergeser ke frekuensi sekitar 1577,5 MHz, yang terletak 2 MHz di atas frekuensi pusat GPS L1. Menurut Profesor Humphreys, penggeseran ini tampaknya merupakan langkah sengaja untuk menguji kemampuan jamming tanpa mudah terdeteksi. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku telah melakukan perhitungan matang dalam melaksanakan gangguan tersebut.

Implikasi Temuan ini

Temuan ini memiliki implikasi yang luas, baik bagi pengguna GPS di Eropa maupun bagi keamanan internasional. Meskipun gangguan yang terjadi tidak menimbulkan konsekuensi serius secara langsung, kemampuan untuk mengganggu sinyal GPS dalam skala benua menunjukkan adanya potensi risiko yang lebih besar. Ini menjadi pertanda bagi negara-negara lain untuk meningkatkan keamanan sistem navigasi mereka dan memperhatikan kemungkinan ancaman dari luar.

Dalam era di mana teknologi navigasi semakin vital, penemuan ini menyoroti pentingnya pemahaman mendalam tentang ancaman yang dapat muncul dari luar angkasa. Kedepannya, penelitian lebih lanjut dan pengembangan teknologi pertahanan terhadap gangguan semacam ini akan menjadi langkah krusial untuk melindungi sistem navigasi global.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/06/09/14020087/gps-eropa-bertahun-tahun-terganggu-peneliti-temukan-penyebabnya

Baca Juga

Advertisement