Google Mempercepat Penggunaan AI dalam Pengkodean
Di era digital yang semakin maju, penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan perangkat lunak telah menjadi sorotan utama. Berbagai platform pengkodean yang memanfaatkan model AI khusus dan agen otonom, seperti Claude Code, kini semakin populer baik untuk keperluan pribadi maupun perusahaan. Menariknya, Spotify baru-baru ini mengungkapkan bahwa para pengembang terbaik mereka bahkan tidak menulis satu baris kode pun dalam beberapa bulan terakhir.
Tim Khusus untuk Meningkatkan Model Pengkodean AI
Google menyadari potensi ancaman ini dan berencana untuk meningkatkan penggunaan alat pengkodean AI di internal mereka. Menurut laporan dari The Information, perusahaan ini sedang membentuk sebuah tim khusus yang disebut “strike team” yang terdiri dari peneliti dan insinyur untuk mengembangkan model pengkodean AI yang lebih baik. Tim ini dipimpin oleh Sebastian Borgeaud, seorang insinyur riset di Google DeepMind yang sebelumnya juga memimpin pelatihan awal untuk DeepMind.
Di antara kontribusi penting lainnya dalam tim ini terdapat Koray Kavukcuoglu, kepala teknologi DeepMind, dan Sergey Brin, salah satu pendiri Google. Informasi dari The Information menyebutkan bahwa insinyur Google DeepMind meyakini bahwa model Claude Code terbaru dari Anthropic memiliki performa yang lebih baik dibandingkan dengan model Gemini yang sejenis, sehingga memicu dorongan terbaru perusahaan untuk berinovasi.
Urgensi dalam Misi Pengembangan AI
Dalam sebuah memo internal yang bocor, Sergey Brin menekankan pentingnya misi tim ini. Ia menyatakan, “Untuk memenangkan perlombaan terakhir, kita harus segera menjembatani kesenjangan dalam eksekusi agentic dan mengubah model kita menjadi pengembang utama.” Oleh karena itu, Google berencana untuk membangun model pengkodean AI yang khusus dirancang untuk digunakan di internal dan memperdalam fungsi agentic.
Fokus pada Penggunaan Internal dan Pelatihan Karyawan
Sebelumnya, tim Gemini, DeepMind, dan Google Cloud lebih fokus pada pengembangan model pengkodean AI untuk pengguna pihak ketiga. Namun, kini ada fokus baru pada alat pengkodean untuk penerapan internal. Model pengkodean AI internal Google dilaporkan dilatih menggunakan basis kode proprietary Google. Penggunaan basis kode internal ini diharapkan dapat meningkatkan performa, meskipun model yang dilatih dengan basis kode Google tidak dapat dirilis secara publik.
Langkah ini diambil di tengah persaingan ketat di industri teknologi, termasuk Spotify dan pesaing AI langsung seperti Anthropic, yang semakin mengandalkan agen pengkodean untuk pengembangan. Boris Cherny dari Anthropic, yang memimpin Claude Code, menyatakan bahwa hampir semua kode perusahaan mereka dihasilkan menggunakan AI. Sementara itu, berdasarkan pernyataan Chief Financial Officer Google, Anat Ashkenazi, Google hanya memanfaatkan AI untuk sekitar setengah dari pengembangan yang mereka lakukan.
Transformasi ini mencakup pelacakan penggunaan alat pengkodean AI internal, sesi pelatihan wajib, dan persyaratan penggunaan untuk tugas tertentu. Alat pengkodean AI internal Google yang disebut Jetski ini bertujuan untuk mengidentifikasi karyawan yang paling aktif dalam penggunaannya.
Seorang juru bicara Google menyampaikan kepada The Information bahwa mereka melihat “adopsi yang luar biasa” terhadap alat-alat ini. “Penggunaannya telah mempercepat pengembangan model dan alat AI kami—kami benar-benar fokus di sini,” ujarnya.
Sumber: https://www.androidauthority.com/google-ai-coding-strike-team-report-3659975/



