Organisasi esports ternama dari Korea Selatan, Dplus KIA, kini sedang mengalami masa-masa sulit dalam perjalanan mereka di industri game. Tim yang pernah dikenal sebagai juara dunia League of Legends pada tahun 2020 ini dilaporkan mengalami keterlambatan dalam pembayaran gaji kepada para pemainnya.
Situasi Terkini Dplus KIA
Kondisi ini menjadi sorotan publik di tengah proses akuisisi yang sedang berlangsung dengan calon pemilik baru. Berita ini pertama kali dilaporkan oleh media lokal, Korea Daily eSports, yang langsung memicu kekhawatiran di kalangan komunitas kompetitif LCK.
Pernyataan Resmi Manajemen
Tidak ingin spekulasi berkembang lebih jauh, manajemen Dplus KIA pun mengeluarkan pernyataan resmi untuk menjelaskan situasi yang dihadapi. Mereka mengakui adanya keterlambatan pembayaran gaji yang disebabkan oleh masalah administratif selama transisi kepemilikan.
"Saat ini kami sedang menjalani proses penjualan perusahaan untuk memastikan pertumbuhan organisasi dan masa depan yang berkelanjutan. Kami meminta maaf kepada para pemain, staf, dan penggemar atas keterlambatan ini," ungkap manajemen Dplus KIA.
Risiko yang Mengintai
Krisis finansial ini menjadi perhatian utama, terutama mengingat reputasi Dplus KIA di tingkat global saat masih dikenal sebagai DAMWON Gaming. Nama-nama besar seperti ShowMaker dan Canyon pernah menjadi bagian dari tim ini dan sukses di berbagai turnamen besar.
Jika keterlambatan pembayaran ini terus berlanjut, Dplus KIA berpotensi menghadapi sanksi berat dari penyelenggara liga. Berdasarkan regulasi ketat LCK dan Riot Games, setiap tim diwajibkan untuk memenuhi kewajiban kontrak kepada para pemainnya secara tepat waktu.
Solusi untuk Masa Depan
Manajemen Dplus KIA menegaskan bahwa mereka sedang berusaha keras untuk menyelesaikan seluruh pembayaran yang tertunda dan akan terus memberikan informasi yang transparan mengenai perkembangan situasi ini. Meningkatnya biaya operasional dan nilai kontrak pemain di Korea Selatan memaksa banyak klub untuk mencari model bisnis baru.
Penjualan saham organisasi kepada pihak luar dianggap sebagai langkah realistis untuk menyelamatkan masa depan tim. Kehadiran investor baru diharapkan mampu memperkuat struktur permodalan Dplus KIA untuk musim kompetisi yang akan datang. Para penggemar pun berharap agar proses akuisisi dapat berjalan cepat, sehingga fokus tim bisa kembali ke arena pertandingan.
Sumber: https://www.esports.id/read/dplus-kia-diterpa-krisis-gaji-proses-akuisisi-jadi-harapan-baru-organisasi-19039



