Kantor Jaksa Agung Texas, Amerika Serikat, kini tengah menyelidiki LinkedIn setelah muncul dugaan bahwa platform tersebut memposting lowongan kerja palsu, atau yang dikenal dengan istilah ghost jobs. Penyelidikan ini berfokus pada klaim bahwa LinkedIn mempromosikan layanan berlangganan premium tanpa menjelaskan bahwa banyak lowongan yang ada di platform tersebut tidak benar-benar tersedia.
Penyebab Penyelidikan Terhadap LinkedIn
LinkedIn telah lama memasarkan layanannya dengan tujuan membantu pengguna meningkatkan peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan. Namun, Jaksa Agung Texas, Ken Paxton, mengungkapkan bahwa banyak pengguna yang telah membayar biaya langganan tidak mendapatkan manfaat yang dijanjikan oleh perusahaan. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai integritas platform tersebut.
Struktur Layanan Berlangganan LinkedIn
LinkedIn menawarkan dua jenis paket langganan, yaitu Premium Career dengan biaya sekitar 39,99 dolar AS per bulan dan Premium Business seharga 69,99 dolar AS per bulan. Masing-masing paket ini dirancang untuk memberikan akses ke berbagai fitur yang seharusnya membantu pengguna dalam pencarian kerja. Namun, dengan adanya dugaan ghost jobs, keefektifan layanan ini dipertanyakan.
Definisi dan Dampak Ghost Jobs
Ghost jobs adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan lowongan pekerjaan yang terdaftar tetapi sebenarnya tidak ada atau tidak sedang dibuka untuk perekrutan. Fenomena ini bukanlah hal baru dalam dunia rekrutmen. Beberapa studi menunjukkan bahwa sekitar 20% hingga 33% lowongan kerja yang dipublikasikan secara online adalah ghost jobs. Praktik ini dapat mengecewakan pencari kerja dan menciptakan kesan negatif terhadap platform yang bersangkutan.
Respons LinkedIn terhadap Tuduhan
Menanggapi penyelidikan ini, LinkedIn membantah semua tuduhan yang dilayangkan oleh Jaksa Agung Texas. Perusahaan menegaskan bahwa semua lowongan kerja di platform mereka harus autentik dan disajikan secara akurat. Mereka juga menyatakan bahwa telah menerapkan sistem otomatis serta peninjauan manual untuk mendeteksi dan menghapus iklan yang melanggar kebijakan. Menurut juru bicara LinkedIn, perusahaan terus berinvestasi dalam fitur-fitur baru untuk meningkatkan keandalan informasi lowongan yang mereka tawarkan.
Saat ini, penyelidikan oleh kantor Jaksa Agung Texas masih berlangsung dan belum ada tindakan hukum yang diambil terhadap LinkedIn. Publik menantikan hasil akhir dari penyelidikan ini dan bagaimana hal ini akan mempengaruhi kepercayaan terhadap platform pencarian kerja yang populer ini.
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/07/27/19030077/linkedin-diselidiki-diduga-pajang-ghost-jobs-untuk-jual-langganan-premium



