Beranda › Marina Budiman, Perempuan Terkaya di Indonesia Berkat Bisnis Data Center

Marina Budiman, Perempuan Terkaya di Indonesia Berkat Bisnis Data Center

7/16/2026
Marina Budiman, Perempuan Terkaya di Indonesia Berkat Bisnis Data Center

Marina Budiman, nama yang mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan penggiat bisnis dan teknologi di Indonesia, baru saja mencuri perhatian publik setelah menjadi satu-satunya perempuan yang masuk dalam daftar 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes per 14 Juli 2026. Dengan kekayaan yang mencapai 5,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 102,9 triliun, Marina menempati peringkat 8 dalam daftar tersebut.

Profil Singkat Marina Budiman

Marina Budiman lahir pada tahun 1961 dan dikenal sebagai salah satu pengusaha teknologi paling berpengaruh di tanah air. Ia menyelesaikan pendidikan tinggi di University of Toronto dengan fokus pada ekonomi dan keuangan. Setelah kembali ke Indonesia, ia memulai karirnya di dunia bisnis yang kemudian membawanya ke berbagai pencapaian luar biasa.

Awal Karir di Dunia Teknologi

Karier Marina di sektor teknologi dimulai pada tahun 1985 ketika ia bergabung dengan Bank Bali. Di sinilah ia pertama kali bertemu dengan Otto Toto Sugiri, yang kelak menjadi mitra bisnisnya. Empat tahun setelahnya, tepatnya pada tahun 1989, Marina bergabung dengan Sigma Cipta Caraka, sebuah perusahaan teknologi informasi yang turut memajukan dunia IT di Indonesia.

Pendirian Indonet dan DCI Indonesia

Salah satu pencapaian paling bersejarah dalam karir Marina adalah mendirikan Indonet bersama Otto pada tahun 1994. Indonet menjadi penyedia layanan internet pertama di Indonesia, yang mana saat itu sangat revolusioner. Namun, keduanya kemudian melepas kepemilikan saham di Indonet pada tahun 2023.

Puncak karir Marina terjadi pada tahun 2011 ketika ia bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia mendirikan PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Perusahaan ini berhasil berkembang menjadi pusat data Tier-IV pertama di Asia Tenggara dengan tiga lokasi utama yang tersebar di Cibitung, Karawang, dan Jakarta.

Keberhasilan dan Perkembangan Bisnis

Pada tahun 2021, DCII resmi melantai di bursa saham dengan harga penawaran awal Rp 420 per saham. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia, nilai saham perusahaan ini mengalami lonjakan yang signifikan, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis pusat data. Marina sendiri memegang 22,51 persen saham DCII, menjadikannya pemegang saham terbesar kedua setelah Otto Toto Sugiri.

Marina dan Otto berhasil membangun kekayaan dari bisnis data center, yang kian berkembang pesat. Perusahaan mereka menjadi salah satu yang terdepan dalam menyediakan infrastruktur digital di Indonesia, sejalan dengan kebutuhan yang semakin meningkat di era digital ini.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/07/16/21150097/marina-budiman-satu-satunya-perempuan-yang-masuk-daftar-10-orang-terkaya-di

Baca Juga

Advertisement