Samsung Galaxy S26 Ultra: Masalah Besar pada Layar yang Dapat Merugikan Pengguna
Dengan peluncuran seri Galaxy S26, Samsung kembali mencuri perhatian berkat teknologi Privacy Display yang dihadirkan pada S26 Ultra. Meskipun inovasi ini menarik, ada beberapa aspek yang menunjukkan bahwa perusahaan ini masih tertinggal dalam hal pengalaman pengguna. Salah satu masalah utama yang menjadi sorotan adalah ketidakadopsian teknologi dasar yang dapat meningkatkan kenyamanan bagi pengguna yang sensitif terhadap kedipan layar.
Pentingnya PWM Dimming dan Dampaknya
PWM (Pulse Width Modulation) dimming adalah cara untuk mengatur kecerahan layar dengan cara menyalakan dan mematikan LED secara cepat. Berbeda dengan DC dimming, yang mengontrol kecerahan dengan mengatur arus yang diberikan ke setiap LED. Meskipun siklus on-off cepat dari PWM dimming tidak terlihat secara sadar, frekuensi yang lebih rendah telah dikaitkan dengan ketidaknyamanan, termasuk ketegangan mata, sakit kepala, dan mual. Hal ini disebabkan oleh kedipan yang dihasilkan, terutama pada tingkat kecerahan yang lebih rendah, yang bisa mempengaruhi orang-orang yang sensitif terhadap PWM.
Ketidaknyamanan ini paling jelas pada frekuensi PWM yang lebih rendah, itulah sebabnya mengapa PWM dimming dengan frekuensi tinggi sangat penting bagi banyak pengguna. Jika frekuensi PWM yang tinggi tidak tersedia, pengguna dapat beralih ke dimming mirip DC atau menggunakan fitur aksesibilitas untuk mengurangi kedipan. Samsung seharusnya mempertimbangkan beberapa pendekatan untuk meningkatkan kenyamanan perangkat bagi mereka yang sensitif terhadap kedipan.
Keterbatasan pada Galaxy S26 Ultra
Meskipun Galaxy S26 Ultra memiliki banyak keunggulan, termasuk teknologi Privacy Display, frekuensi PWM yang digunakan masih berada pada angka 480Hz. Hal ini terkonfirmasi oleh perwakilan perusahaan. Sebagai perbandingan, beberapa ponsel pintar lainnya seperti HONOR dan OPPO telah mengimplementasikan PWM dimming frekuensi tinggi pada banyak perangkat mereka. Contohnya, HONOR X9d, yang merupakan smartphone Android kelas menengah, memiliki tingkat PWM dimming sebesar 3.840Hz. Bahkan OnePlus 13R, yang lebih terjangkau, memiliki tingkat PWM yang lebih tinggi yaitu 2.160Hz.
Meski Galaxy S26 tidak memiliki frekuensi terendah di pasaran, seperti Pixel 10 yang beroperasi pada 240Hz, tetap saja ada harapan agar Samsung dapat meningkatkan performa ini. Dengan banyaknya smartphone yang telah mengadopsi teknologi dimming yang lebih baik, Samsung seharusnya dapat melakukan perbaikan tanpa biaya yang signifikan.
Pentingnya Fitur Aksesibilitas
Banyak merek lain telah memperkenalkan fitur perangkat lunak untuk mengurangi kedipan. Misalnya, Realme GT 7 Pro memiliki mode anti-kedip yang dapat diaktifkan untuk mengurangi ketegangan mata, dan OnePlus 13 memungkinkan pengguna untuk mengaktifkan dimming DC jika mereka sensitif terhadap kedipan. Pixel 10 Pro juga menawarkan opsi untuk meningkatkan tingkat PWM dari 240Hz menjadi 480Hz. Namun, Samsung sepertinya melewatkan kesempatan untuk menghadirkan fitur-fitur ini pada Galaxy S26 Ultra.
Kita dapat berargumen bahwa sensitivitas terhadap PWM hanya mempengaruhi sejumlah kecil orang, namun memberikan pilihan untuk meningkatkan aksesibilitas adalah tujuan yang patut dikejar. Penting untuk diingat bahwa masalah kedipan ini dapat memperburuk masalah bagi mereka yang juga sensitif terhadap layar yang terlalu terang. Bagi individu yang mengalami migrain kronis, seperti yang saya alami, menjaga kecerahan layar di bawah 50% adalah hal yang umum. Hal ini membuat dimming frekuensi tinggi atau dimming mirip DC menjadi sangat penting, karena kedipan dapat memperburuk rasa sakit migrain.
Kebutuhan Informasi yang Lebih Baik
Saya percaya bahwa sensitivitas terhadap PWM mempengaruhi lebih banyak orang daripada yang kita sadari. Banyak individu mungkin tidak menyadari dampak kedipan pada kesehatan mereka dan lebih cenderung mengaitkannya dengan waktu layar atau sinar biru. Oleh karena itu, perusahaan harus membuat informasi tentang tingkat dimming dan fitur perlindungan mata lebih mudah diakses. Dengan begitu, konsumen dapat membuat pilihan yang lebih baik saat membeli smartphone terbaru.
Walaupun Samsung bukan satu-satunya merek yang memiliki masalah dengan tingkat PWM yang rendah, sebagai perusahaan smartphone Android terbesar di dunia, mereka seharusnya memegang standar yang lebih tinggi. Meskipun fitur Privacy Display menarik, perasaan bahwa perangkat terbaru mereka kekurangan fitur aksesibilitas membuatnya terasa tidak maksimal.
Sumber: https://www.androidauthority.com/samsung-galaxy-s26-lack-eye-care-pwm-dimming-3647933/




