Satu Era Berakhir untuk OnePlus di Eropa
OnePlus, yang dikenal sebagai fenomena di dunia gadget, kini menghadapi tantangan besar yang dapat mengubah arah perusahaan. Dikenal karena menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga terjangkau, merek ini kini dilanda spekulasi terkait kemungkinan kepergian dari beberapa pasar utama, termasuk Inggris dan Eropa. Perubahan ini muncul di tengah kabar bahwa OPPO, perusahaan induk OnePlus, sedang berusaha mengintegrasikan kembali merek saudara mereka, Realme.
Pergerakan Karyawan yang Mencolok
Dalam beberapa minggu terakhir, OnePlus mengalami serangkaian pengunduran diri dari karyawan kunci di kantor-kantor mereka di Eropa dan Inggris. Awalnya, pengunduran diri ini dipicu oleh postingan seorang Manajer Komunitas OnePlus di LinkedIn yang mengisyaratkan akan meninggalkan perusahaan. Namun, situasi ini tampak lebih besar dari sekadar satu individu. Sejumlah karyawan lain juga mengumumkan keputusan serupa, menunjukkan bahwa ini mungkin merupakan bagian dari restrukturisasi yang lebih luas.
- Serban Chiscop, Country Manager untuk Inggris dan Spanyol, yang telah mengabdi hampir satu dekade.
- Beberapa karyawan lain yang tidak ingin disebutkan namanya juga melaporkan bahwa hampir seluruh tim Eropa telah meninggalkan perusahaan dalam waktu yang bersamaan.
Perubahan Strategi di Pasar India
Pengunduran diri CEO OnePlus India, Robin Liu, yang sebelumnya menyangkal adanya masalah dalam bisnis, menambah ketidakpastian. Setelah kepergiannya, perusahaan ini memutuskan untuk menghilangkan kehadiran offline mereka di India, yang merupakan pendorong penjualan utama, dan berfokus pada penjualan online. Langkah ini ditandai dengan peluncuran OnePlus Nord 6 yang hanya tersedia secara online dan tidak dijual di pasar lain seperti Eropa dan Inggris, di mana model-model Nord sebelumnya laku keras.
Respon OnePlus dan Masa Depan yang Tidak Pasti
Ketika dihubungi untuk memberikan komentar mengenai situasi ini, seorang pemimpin bisnis di wilayah Eropa memberikan jawaban yang tidak secara langsung mengonfirmasi adanya pemutusan hubungan kerja atau restrukturisasi. Namun, pernyataan yang penuh kehati-hatian ini menyisakan ruang untuk keraguan.
Tanda-tanda lain yang menunjukkan OnePlus mungkin menarik diri dari Eropa adalah akun media sosial mereka di X dan Instagram yang tidak aktif selama berbulan-bulan. Akun OnePlus Eropa di X, khususnya, terakhir kali memposting pada Juli tahun lalu, menandakan kurangnya aktivitas dan perhatian dari perusahaan di wilayah tersebut.
Kesimpulan dan Pengamatan Lanjutan
Dengan serangkaian pengunduran diri dan perubahan strategis yang signifikan, masa depan OnePlus di Eropa dan Inggris tampak semakin tidak pasti. Kami akan terus memantau perkembangan lebih lanjut mengenai situasi ini dan berbicara dengan sumber-sumber lain untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas. Bagi penggemar gadget dan pengguna setia OnePlus, ini adalah waktu yang penuh tanda tanya mengenai arah yang akan diambil oleh perusahaan ini ke depannya.
Sumber: https://www.androidauthority.com/oneplus-europe-troubles-employees-leave-3658947/



