Beranda › Otto Toto Sugiri, Miliarder Teknologi Indonesia yang Terkenal

Otto Toto Sugiri, Miliarder Teknologi Indonesia yang Terkenal

7/18/2026
Otto Toto Sugiri, Miliarder Teknologi Indonesia yang Terkenal

Nama Otto Toto Sugiri kembali menjadi sorotan setelah masuk dalam daftar 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes per 14 Juli 2026. Pengusaha yang dikenal sebagai "Bill Gates Indonesia" ini menduduki posisi ketujuh dengan kekayaan bersih mencapai 8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 144,5 triliun. Selain itu, ia juga menempati posisi ke-460 dalam daftar orang terkaya dunia.

Kiprah di Dunia Teknologi

Otto Toto Sugiri merupakan co-founder dan direktur PT DCI Indonesia Tbk (DCII), sebuah perusahaan pusat data yang menjadi tulang punggung kekayaannya. Julukan "Bill Gates Indonesia" disematkan kepadanya berkat kontribusinya yang signifikan di industri teknologi, dimulai dari membangun penyedia internet pertama di Indonesia hingga mendirikan pusat data Tier-IV pertama di Asia Tenggara.

Perjalanan Karier yang Menginspirasi

Otto memulai kariernya setelah menyelesaikan gelar Master of Science in Engineering di RWTH Aachen University, Jerman, pada tahun 1980. Setibanya di Indonesia, ia langsung terjun ke proyek pertamanya, yaitu pembuatan perangkat lunak lokal yang digunakan oleh perusahaan minyak dan pengelolaan pencairan pinjaman nelayan di Papua.

Pada tahun 1983, Otto bergabung dengan Bank Bali untuk mengembangkan perangkat lunak akuntansi demi meningkatkan efisiensi operasional perbankan. Enam tahun kemudian, ia mendirikan perusahaan perangkat lunak Sigma Cipta Caraka bersama enam mantan rekan kerjanya di Bank Bali. Dengan modal awal 200.000 dollar AS, Sigma Cipta Caraka berkembang pesat berkat momentum deregulasi industri perbankan di Indonesia.

Pencapaian Besar dalam Industri Internet

Salah satu pencapaian terbesar Otto adalah mendirikan Indointernet (Indonet) pada tahun 1994 bersama Marina Budiman, yang menjadi layanan penyedia internet (ISP) pertama di Indonesia. Melalui Indonet, masyarakat Indonesia dapat mengakses internet untuk pertama kalinya. Indonet kemudian melantai di bursa saham pada tahun 2021, sebelum dijual kepada perusahaan asal Singapura, Digital Edge, pada tahun 2023.

Dari Rencana Pensiun ke Pusat Data Terbesar

Setelah menjual Sigma Cipta Caraka, Otto sempat merencanakan untuk pensiun. Namun, kebijakan pemerintah yang mendukung penggunaan pusat data dalam negeri membuka peluang baru baginya. Pada tahun 2011, bersama sejumlah rekan, termasuk Marina Budiman dan Han Arming Hanafia, ia mendirikan PT DCI Indonesia (DCII), yang kini dikenal sebagai salah satu operator pusat data terbesar di Indonesia.

Langkah strategis Otto berikutnya adalah mendapatkan sertifikasi Tier IV untuk DCII pada tahun 2014, menjadikannya pusat data Tier-IV pertama di Asia Tenggara dengan tiga lokasi utama di Cibitung, Karawang, dan Jakarta. Kepemimpinannya dalam industri teknologi terus membuktikan bahwa inovasi dan keberanian untuk mengambil risiko adalah kunci kesuksesan.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/07/18/17030027/-bill-gates-indonesia-masuk-daftar-10-orang-terkaya-tanah-air-ini-profilnya

Baca Juga

Advertisement