Nvidia, salah satu raksasa teknologi dalam industri grafis, menghadapi tantangan baru dalam peluncuran seri RTX 5000 Super. Meskipun produksi sudah dimulai, masalah klasik kembali menghalangi langkah mereka. Menurut kabar terbaru dari VideoCardz, Nvidia telah menginstruksikan mitranya untuk menunda peluncuran kartu grafis tersebut.
Penyebab Penundaan Peluncuran
Alasan utama di balik penundaan ini adalah tingginya harga komponen memori GDDR7 berkapasitas 3GB. Saat ini, chip memori tersebut dibanderol dengan harga antara USD 60 hingga USD 70, sementara chip GDDR7 2GB standar hanya seharga USD 20. Hal ini tentu saja akan memberikan dampak signifikan pada biaya produksi kartu grafis.
Harga Komponen yang Melambung
Harga komponen yang terus meningkat menjadi masalah besar bagi Nvidia. Dengan banyaknya perusahaan komputasi AI yang memborong kapasitas manufaktur DRAM dan NAND, peluncuran kartu RTX 5000 Super dengan harga jual yang tinggi akan sulit diterima oleh pasar. Jika Nvidia memutuskan untuk meluncurkan produk dengan harga yang terlalu tinggi, kemungkinan besar konsumen tidak akan tertarik untuk membeli.
Masalah Pengadaan Chip Memori
Sejak tahun 2025, Nvidia telah menyerahkan pengadaan chip memori kepada mitra pembuat papan sirkuit. Jika mitra-mitra ini diminta untuk menjual seri Super pada harga eceran yang disarankan, mereka mungkin lebih memilih untuk tidak memproduksi kartu tersebut sama sekali daripada harus menanggung kerugian dari setiap unit yang terjual. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Nvidia dalam merancang strategi peluncuran yang efektif.
Model Kartu Grafis yang Sedang Dikerjakan
Meskipun menghadapi penundaan, terdapat beberapa model kartu grafis yang sedang dalam tahap pengerjaan. Model-model ini diharapkan dapat menawarkan spesifikasi yang menarik bagi para gamer dan profesional. Namun, tanggal rilis untuk model RTX 5050 9GB juga belum diputuskan, yang menunjukkan ketidakpastian lebih lanjut mengenai ketersediaan produk di pasaran.
Dengan prediksi dari SK Hynix bahwa tahun 2027 akan menjadi masa terburuk bagi industri memori, konsumen mungkin harus bersabar lebih lama sebelum melihat peluncuran resmi dari seri RTX 5000 Super. Nvidia tampaknya ingin menunggu harga memori turun sebelum meluncurkan produk-produk ini.
Sumber: https://inet.detik.com/consumer/d-8583432/nvidia-rtx-5000-super-tertunda-gara-gara-krisis-ram-gddr7-3gb



