Mantan pemain Tundra Esports, Martin "Saksa" Sazdov, baru-baru ini mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk meninggalkan tim setelah The International (TI) 2025. Dalam pernyataannya, Saksa mengaku bahwa konflik pribadi dengan rekan setimnya, Neta "33" Shapira, menjadi faktor utama yang mendorongnya untuk hengkang.
Konflik Internal yang Tak Terhindarkan
Saksa menjelaskan bahwa hubungan yang semakin memburuk dengan 33 berdampak signifikan terhadap suasana tim. Kerja sama di antara mereka menjadi tidak mungkin untuk dilanjutkan. "Saya memiliki masalah pribadi dengan salah satu anggota tim, yaitu 33. Itu mungkin menjadi alasan utama saya pergi. Atmosfer tim sudah bisa dibilang mati," ungkapnya.
Atmosfer Tim yang Buruk
Menurut Saksa, perselisihan yang terjadi cukup serius hingga mempengaruhi keseluruhan atmosfer tim. Dia menambahkan, "Jembatan sudah terbakar, dan bermain bersama bukan lagi sebuah pilihan." Meskipun ia menyebutkan penyebab kepergiannya, Saksa memilih untuk tidak membahas rincian mengenai konflik yang terjadi.
Reaksi dari Tim dan Publik
Hingga saat ini, 33 belum memberikan tanggapan atau komentar resmi terkait pernyataan Saksa. Keputusan Saksa untuk meninggalkan Tundra Esports mengejutkan banyak pihak, terutama karena ia adalah salah satu support terbaik di dunia. Banyak spekulasi beredar mengenai alasan di balik keputusannya, namun kini pernyataan dari Saksa mengkonfirmasi bahwa konflik pribadi adalah penyebab utamanya.
Langkah Selanjutnya untuk Saksa
Setelah meninggalkan Tundra Esports, Saksa bergabung dengan Team Yandex dan dipercaya untuk memimpin tim tersebut sebagai kapten. Keputusan ini terbukti efektif, di mana Team Yandex segera menunjukkan performa yang positif dan berkembang menjadi salah satu kekuatan baru di skena kompetitif Dota 2.
Prestasi yang diraih oleh Team Yandex semakin mengukuhkan reputasi Saksa sebagai salah satu pemain support paling berpengalaman dalam Dota 2 profesional. Walaupun konflik yang terjadi antara Saksa dan 33 masih menyisakan banyak pertanyaan, pernyataan Saksa semakin jelas menunjukkan bahwa hubungan internal yang buruk bisa berdampak besar pada performa tim.
Sumber: https://www.esports.id/read/saksa-ungkap-alasan-tinggalkan-tundra-esports-konflik-dengan-33-jadi-penyebab-utama-19089



