Samsung dan Reputasi Buruk Keyboard Android
Di dunia smartphone, ada dua aplikasi yang selalu kita gunakan setiap hari: peluncur dan keyboard. Meskipun keyboard tidak terlihat menarik dan sering dianggap sebagai alat yang biasa saja, fungsinya sangat penting. Kita menggunakan keyboard untuk mengirim pesan, menulis email, memposting di media sosial, dan bahkan melakukan pencarian di berbagai aplikasi. Meskipun teknologi input suara terus berkembang, keyboard tetap menjadi cara utama kita berinteraksi dengan ponsel. Sayangnya, pengalaman menggunakan keyboard Samsung sering kali mengecewakan.
Pengalaman Pribadi dengan Keyboard Samsung
Pada tahun 2016, saat pertama kali menggunakan Galaxy S7 Edge, aplikasi pertama yang saya instal adalah Gboard, karena saya tidak tahan dengan pengalaman keyboard Samsung yang buruk. Kini, di tahun 2024, ketika saya mendapatkan Galaxy S24 Ultra, saya mencoba memberi kesempatan pada keyboard Samsung, tetapi hanya bertahan selama 10 menit sebelum akhirnya kembali mengunduh Gboard dari Play Store. Saya bukan satu-satunya yang merasakan hal ini.
Rekan kerja saya, Joe, juga mengalami frustasi serupa dengan Galaxy S25 Ultra-nya hingga akhirnya mengganti keyboard. Ia merasa kesal karena keyboard Samsung sering kali memasukkan huruf dan spasi yang tidak diinginkan serta gagal memperbaiki kesalahan ketik yang jelas. Bukan hanya Joe, bahkan Zac, penggemar setia Samsung, menganggap “keyboard Samsung itu sampah” dan selalu menginstal Gboard sebagai aplikasi pertama di setiap ponsel Galaxy yang digunakannya. Setiap anggota tim Android Authority yang pernah menggunakan ponsel Galaxy dalam dekade terakhir sepakat bahwa keyboard adalah hal pertama yang mereka ganti.
Ulasan dari Pengguna Lain
Saya masih ingat ketika saya membeli dua tablet Galaxy Tab A9 Plus untuk orang tua dan bibi saya. Setelah mengatur tablet, saya lupa untuk mengganti keyboard. Keesokan harinya, saat saya menanyakan pendapat mereka tentang tablet tersebut, mereka langsung mengatakan, “Saya tidak suka mengetik di sini. Rasanya aneh.” Mereka tidak tahu apa itu Gboard atau bahwa ada berbagai keyboard di Android, tetapi mereka merasakan ada yang tidak beres. Saya pun segera mengganti mereka ke Gboard, yang sudah familiar bagi mereka dari ponsel Pixel, dan keluhan pun berhenti.
Dalam sebuah survei yang kami lakukan tahun lalu, lebih dari 1700 pembaca Android Authority memberikan pendapat mereka mengenai keyboard Samsung. Hasilnya cukup mencengangkan: hanya 18% yang mengatakan mereka menyukainya, sementara 60% lainnya memilih untuk menggunakan keyboard lain. Angka ini sangat menunjukkan, terutama mengingat bahwa pembaca kami adalah orang-orang yang paham teknologi dan tahu cara mengganti keyboard di ponsel Android mereka.
Masalah yang Berulang
Beberapa tahun lalu, banyak pengguna mengeluhkan masalah yang sama. Banyak yang merasa bahwa keyboard Samsung tidak pernah mengalami perbaikan signifikan selama lebih dari satu dekade. Meskipun telah ada pembaruan dan fitur baru, pengalaman mengetik tetap tidak memuaskan. Joe yang saat ini sedang menguji Galaxy S26 Ultra pun mengawali komentarnya dengan mengeluhkan kualitas keyboard yang buruk. Apakah tidak ada seorang pun di Samsung yang menggunakan keyboard ini? Apakah mereka tidak menyadari bahwa ini adalah bagian terburuk dari One UI?
Secara pribadi, saya sudah lama menyerah pada keyboard Samsung. Sensitivitas yang terlalu tinggi sering kali membuat saya salah mengetik, dengan spasi yang muncul di tengah kata. Prediksi kata yang tidak tepat juga sangat mengganggu, terutama ketika saya terbiasa menggunakan ibu jari kanan. Saya pernah berpikir untuk memberi lebih banyak waktu pada keyboard ini, tetapi mengapa harus beradaptasi ketika ada banyak pilihan keyboard yang jauh lebih baik di Android?
Kesimpulan: Samsung Harus Berbenah
Keyboard Samsung seharusnya tidak seburuk ini. Dengan banyaknya pilihan keyboard seperti Gboard dan SwiftKey yang menawarkan pengalaman mengetik yang lebih baik, sangat disayangkan bahwa merek terkemuka seperti Samsung tidak mampu memenuhi harapan penggunanya. Keberadaan mereka sebagai pemimpin pasar smartphone Android seharusnya menjadi motivasi untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik, bukan hanya dalam hal hardware, tetapi juga software. Jika ini terus berlanjut, reputasi Android di mata banyak pengguna yang baru akan terus terpuruk.
Sumber: https://www.androidauthority.com/samsung-keyboard-giving-android-bad-rep-3648898/




