Advertisement
Beranda › Samsung Kuasai Pasar Smartphone Asia Tenggara Meski Pengiriman Turun

Samsung Kuasai Pasar Smartphone Asia Tenggara Meski Pengiriman Turun

5/22/2026

Riset Omdia: Samsung Memimpin Pasar Smartphone Asia Tenggara

Firma riset pasar Omdia telah merilis laporan terbaru yang menggambarkan dinamika pasar smartphone di Asia Tenggara untuk kuartal pertama tahun 2026 (Januari-Maret). Dalam laporan tersebut, Omdia mencatat total pengiriman ponsel di kawasan ini mencapai 21,6 juta unit. Sayangnya, angka ini menunjukkan penurunan sebesar 9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu 23,7 juta unit.

Dominasi Samsung di Puncak Pasar

Dalam daftar lima merek ponsel dengan pengiriman tertinggi, Samsung menempati posisi teratas dengan pengiriman mencapai 4,6 juta unit. Perusahaan asal Korea Selatan ini berhasil meraih pangsa pasar sekitar 21 persen. Menariknya, pengiriman smartphone Samsung di Asia Tenggara justru mengalami pertumbuhan sebesar 4 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Keberhasilan Samsung ini tidak lepas dari performa mengesankan dari seri flagship Galaxy S26 dan penjualan yang solid dari lini Galaxy A Series yang menyasar segmen menengah. Omdia mencatat bahwa Samsung adalah satu-satunya vendor smartphone yang mengalami kenaikan pengiriman dalam periode tersebut.

Persaingan Ketat di Pasar Smartphone

Dibawah Samsung, terdapat empat vendor lain yaitu Oppo, Xiaomi, Transsion (yang mencakup merek Infinix, Tecno, dan Itel), serta Vivo. Sayangnya, keempat vendor ini mengalami penurunan pengiriman yang cukup signifikan, yang berdampak pada nilai pangsa pasar mereka di Asia Tenggara pada kuartal I-2026.

  • Oppo
  • Xiaomi
  • Transsion (Infinix, Tecno, Itel)
  • Vivo

Dengan penurunan pengiriman ini, ketatnya persaingan di pasar smartphone semakin terasa. Hal ini mendorong setiap vendor untuk mencari strategi baru demi mempertahankan pangsa pasar mereka.

Peningkatan Harga Rata-rata Smartphone

Meskipun volume pengiriman mengalami penurunan, Omdia mencatat bahwa harga jual rata-rata (average selling price/ASP) smartphone di Asia Tenggara justru mencapai rekor baru sebesar 349 dollar AS atau sekitar Rp 6,1 juta per unit. Angka ini menunjukkan kenaikan 19 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang masih berada di bawah 300 dollar AS (sekitar Rp 5,3 juta).

Peningkatan harga ini dipicu oleh naiknya biaya komponen memori, seperti DRAM dan NAND, yang berkontribusi terhadap kenaikan biaya produksi smartphone. Hal ini paling terasa di segmen entry-level dan menengah, di mana komponen memori memegang porsi biaya yang cukup besar.

Strategi Vendor di Tengah Tantangan Pasar

Sebagai respons terhadap kenaikan biaya, banyak vendor yang mulai menaikkan harga perangkat, mengurangi spesifikasi tertentu, atau mengatur suplai produk lebih ketat agar margin keuntungan tetap terjaga. Menurut Research Manager Omdia, Le Xuan Chiew, vendor smartphone kini lebih fokus pada menjaga profitabilitas dan menaikkan ASP, ketimbang hanya mengejar pertumbuhan volume semata.

Ke depan, Omdia memperkirakan volatilitas harga dan pasokan smartphone masih akan berlanjut. Banyak vendor saat ini harus menghadapi keterbatasan pasokan komponen dan mempertimbangkan dampak kenaikan harga terhadap daya beli konsumen. Dengan kata lain, pasar smartphone di Asia Tenggara diprediksi akan terus mengalami tekanan harga, terutama di segmen ponsel murah yang sangat sensitif terhadap kenaikan harga.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/05/20/10080057/riset-omdia--5-besar-merek-hp-se-asia-tenggara-samsung-teratas

Baca Juga

Advertisement