Pendapatan Steam Mencapai Rekor Tertinggi
Tidak seperti Xbox dan PlayStation yang sedang mengalami penurunan, platform jual beli game milik Valve, Steam, justru menunjukkan performa yang mengesankan. Pada paruh pertama tahun 2026, Steam mencatatkan pendapatan sebesar USD 11,1 miliar, setara dengan sekitar Rp 201 triliun. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh pada periode yang sama tahun lalu.
Faktor-faktor Kesuksesan Steam
Menurut Rhys Elliott dari Alinea Analytics, ada beberapa alasan mengapa Steam bisa berkinerja sangat baik. Salah satu faktornya adalah dominasi pasar di China, di mana sekitar 50% pengguna Steam berasal dari negara tersebut. Selain itu, harga yang lebih tinggi untuk perilisan game baru dan kembalinya penerbit pihak ketiga ke Steam juga berkontribusi terhadap kesuksesan ini.
Tren Pertumbuhan yang Berkelanjutan
Dalam dekade terakhir, meskipun sempat mengalami penurunan akibat normalisasi pasar pascapandemi, tren jangka panjang Steam menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa pendapatan Steam hampir meningkat lima kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir. Hal ini terlihat dari pendapatan yang dihasilkan pada paruh pertama tahun 2026, yang hampir lima kali lipat dibandingkan tahun 2017.
Game Terlaris di Steam
Beberapa game yang berhasil meraih kesuksesan di Steam tahun ini antara lain Forza Horizon 6, yang menghasilkan USD 197,7 juta dalam waktu kurang dari dua bulan. Selain itu, Resident Evil Requiem dan Crimson Desert masing-masing menghasilkan USD 194,5 juta dan USD 190 juta sejak peluncurannya. Menariknya, beberapa game indie juga menunjukkan performa yang mengesankan, seperti Slay the Spire 2, Subnautica 2, dan Meccha Chameleon yang masing-masing meraih pendapatan signifikan.
Sementara itu, di sisi lain, Xbox dan PlayStation menghadapi tantangan yang lebih besar. Pendapatan game Microsoft mengalami penurunan 7% dibandingkan tahun sebelumnya, dan situasi ini tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan dalam waktu dekat. Begitu juga dengan PlayStation, yang mengalami penurunan penjualan game eksklusif sejak 2020.
Sumber: https://inet.detik.com/games-news/d-8573144/saat-xbox-dan-playstation-lesu-steam-malah-catat-rekor-baru



