Toto: Dari Toilet ke Semikonduktor
Produsen perlengkapan kamar mandi ternama asal Jepang, Toto, baru-baru ini mengumumkan rencana investasi yang sangat ambisius. Perusahaan ini akan mengucurkan dana sebesar 80 miliar yen, yang setara dengan sekitar Rp 8,8 triliun, untuk memperluas bisnis semikonduktor mereka. Investasi ini direncanakan akan dilakukan dalam jangka waktu lima tahun ke depan dan bertujuan untuk mendukung pengembangan teknologi manufaktur chip generasi selanjutnya, termasuk semikonduktor dengan ukuran 1 nanometer (nm).
Pertumbuhan Bisnis Semikonduktor yang Menjanjikan
Meskipun Toto lebih dikenal sebagai produsen toilet dan berbagai produk sanitasi, belakangan ini bisnis semikonduktor mereka justru menjadi salah satu sumber keuntungan terbesar bagi perusahaan. Lonjakan permintaan chip untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI) dalam beberapa tahun terakhir menjadi pendorong utama pertumbuhan divisi ini. Menurut laporan dari Nikkei Asia, Toto telah mengalokasikan sekitar 39 miliar yen (sekitar Rp 4,3 triliun) dari total investasi yang direncanakan, sementara sisa dana sebesar 41 miliar yen (sekitar Rp 4,51 triliun) akan direalisasikan secara bertahap seiring dengan perkembangan pasar semikonduktor.
Peningkatan Kapasitas Produksi di Jepang
Dana yang telah dialokasikan tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi di dua fasilitas utama Toto yang berlokasi di Prefektur Oita dan Fukuoka, Jepang. Saat ini, kedua pabrik tersebut sudah beroperasi pada kapasitas penuh untuk memenuhi permintaan pasar semikonduktor. Jika permintaan pasar terus meningkat dan tidak dapat dipenuhi dengan investasi ini, Toto kemungkinan akan mempertimbangkan untuk membangun pabrik baru demi menjaga kelangsungan bisnisnya.
Inovasi dalam Riset dan Pengembangan
Toto juga tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga sedang aktif mengembangkan material yang dirancang untuk mendukung pembuatan chip logika generasi mendatang. Proses riset dan pengembangan (R&D) ini dilakukan di fasilitas mereka yang terletak di Prefektur Kanagawa, dekat Tokyo, dengan fokus khusus pada teknologi semikonduktor berukuran 1 nm. Untuk memberikan gambaran, perusahaan manufaktur chip terbesar di dunia, TSMC, saat ini sudah memproduksi chip logika menggunakan teknologi proses 2 nm.
Bisnis material semikonduktor Toto sebelumnya sempat mengalami kerugian selama beberapa tahun. Namun, sejak tahun 2020, dengan meningkatnya permintaan chip AI, situasi tersebut mulai berbalik. Menjelang tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2025, divisi New Domain Business Toto yang mengelola bisnis semikonduktor diperkirakan akan meraih penjualan sebesar 67,4 miliar yen (sekitar Rp 7,43 triliun). Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, yaitu 34 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Selain itu, laba operasional divisi ini juga mengalami kenaikan sebesar 42 persen, mencapai 28,9 miliar yen (sekitar Rp 3,18 triliun).
Dengan langkah berani ini, Toto menunjukkan bahwa mereka tidak hanya berkutat dalam industri perlengkapan kamar mandi, tetapi juga siap bersaing dalam pasar teknologi tinggi dengan inovasi dan investasi yang tepat.
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/06/22/15070007/produsen-toilet-toto-gelontorkan-investasi-rp-8-8-triliun-untuk-bisnis-chip


