Viralnya Video Cuci Piring untuk Latih Kecerdasan Buatan
Belakangan ini, jagat media sosial dihebohkan oleh sebuah video yang menampilkan seorang perempuan yang sedang mencuci piring. Video ini direkam dengan menggunakan ponsel yang dipasang di tripod dan dibagikan oleh akun Instagram Itha Siburian Pandjaitan, yang dikenal dengan handle @mamakngebolang. Dalam video tersebut, Itha menjelaskan bahwa banyak orang yang tidak percaya bahwa aktivitas sederhana seperti mencuci piring bisa mendatangkan uang, dan ia pun menjawab bahwa itu bukan dari Instagram, melainkan dari perusahaan kecerdasan buatan.
Latihan untuk Kecerdasan Buatan
Pada pandangan pertama, aktivitas mencuci piring yang dilakukan Itha tampak seperti rutinitas sehari-hari yang biasa. Namun, di balik itu semua, ada tujuan yang lebih besar, yaitu untuk membantu melatih kecerdasan buatan (AI). Perusahaan yang terlibat dalam proyek ini adalah Mindrift, sebuah platform crowdsourcing yang merekrut individu untuk berpartisipasi dalam melatih model AI dan robot humanoid melalui kegiatan sehari-hari.
Profesi Baru: Pelatih AI
Fenomena ini menunjukkan bahwa pekerjaan baru bernama AI trainer atau pelatih AI kini mulai muncul di berbagai belahan dunia. Dengan perkembangan pesat teknologi chatbot AI dan robot humanoid, kebutuhan akan pelatih AI semakin meningkat. Menurut laporan CBS News, perusahaan-perusahaan AI kini mencari tenaga kerja dengan beragam latar belakang untuk membantu melatih AI agar lebih pintar dan mampu berinteraksi secara lebih manusiawi.
Beragam Latar Belakang untuk Melatih AI
Menariknya, profesi sebagai AI trainer tidak hanya terbatas pada insinyur atau programmer. Perusahaan-perusahaan AI mulai mencari individu dengan berbagai keahlian, seperti penulis skenario, dokter, pengacara, editor foto, musisi, hingga hobiis yang memiliki pengetahuan khusus. Tugas seorang AI trainer mencakup menilai jawaban yang diberikan oleh chatbot, membuat prompt yang efektif, memperbaiki kesalahan yang dilakukan AI, serta mengajarkan gaya komunikasi yang lebih natural dan manusiawi.
Dalam konteks robot humanoid, beberapa AI trainer bahkan diminta untuk merekam aktivitas sehari-hari seperti memasak, melipat pakaian, menyapu rumah, hingga mencuci piring. Data dari video-video ini kemudian digunakan oleh AI untuk mempelajari gerakan tubuh manusia secara lebih mendetail.
Selain Mindrift, kini terdapat banyak platform lain yang menawarkan kesempatan kerja sebagai AI trainer dan AI tutor. Beberapa di antaranya termasuk Outlier AI, Toloka, Scale AI, DataAnnotation, hingga Remotasks. Dengan munculnya berbagai platform ini, peluang untuk berkontribusi dalam pengembangan kecerdasan buatan semakin terbuka lebar bagi masyarakat.
Dengan demikian, fenomena video cuci piring ini bukan hanya sekadar viral, melainkan juga mencerminkan perubahan besar dalam cara kita memanfaatkan teknologi dan bagaimana pekerjaan baru di era digital mulai terbentuk. Kita dapat melihat bahwa aktivitas sehari-hari yang tampak sepele pun bisa memberikan dampak yang signifikan dalam dunia teknologi, khususnya dalam pengembangan kecerdasan buatan.
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/05/22/15310097/viral-orang-dibayar-bikin-video-cuci-piring-ternyata-untuk-latih-ai




