Advertisement
Beranda › AI Biohub Percepat Penemuan Obat Baru Melalui Pemahaman Biologi Protein

AI Biohub Percepat Penemuan Obat Baru Melalui Pemahaman Biologi Protein

5/30/2026

Inovasi AI untuk Penemuan Obat Baru

Dalam upaya untuk mempercepat penemuan obat, Biohub, lembaga riset nirlaba yang didirikan oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg, dan istrinya, Priscilla Chan, baru-baru ini meluncurkan sebuah model kecerdasan buatan (AI) yang berfokus pada biologi protein. Peluncuran ini berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026, dan diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam bidang penelitian medis.

Memahami Protein dengan AI

Model AI yang dikembangkan oleh Biohub ini merupakan bagian dari kategori yang dikenal sebagai "world model". AI ini dirancang untuk mempelajari dan memahami cara kerja sistem tertentu, dalam hal ini adalah protein. Protein memainkan peran vital dalam tubuh manusia, mulai dari pembentukan jaringan dan organ hingga produksi energi. Namun, menciptakan protein baru yang aman dan efektif adalah tantangan yang memakan waktu dan rumit.

Teknologi Revolusioner di Balik AI

Model AI ini dibangun menggunakan teknologi Evolutionary Scale Modeling (ESM) generasi keempat. Dengan mempelajari jutaan urutan protein yang telah berevolusi, AI ini mampu mengidentifikasi pola-pola dalam biologi protein dan memprediksi perilaku mereka. Biohub menyatakan bahwa model ini terdiri dari sejumlah model open-source yang dirancang khusus untuk membantu para ilmuwan dalam memahami dan merancang protein baru.

Hasil Uji Coba yang Menjanjikan

Priscilla Chan menyampaikan bahwa model AI ini telah diuji pada kasus-kasus penyakit imun dan kanker, dan hasilnya sangat menggembirakan. "Kami telah memverifikasi kemampuan model ini dan memvalidasi banyak prediksinya dalam penelitian penyakit imun dan kanker. Hasilnya sangat menjanjikan," ujarnya saat berbicara dengan Reuters.

Para peneliti juga telah menggunakan model ini untuk menciptakan protein binder baru yang dapat menargetkan kanker dan penyakit imun. Dalam uji laboratorium, protein ini menunjukkan kemampuan untuk mengaktifkan kembali sel imun, yang merupakan langkah maju dalam pengobatan berbagai penyakit.

Aksesibilitas dan Kolaborasi untuk Penelitian

Kepala sains Biohub, Alex Rives, menyatakan bahwa model AI ini akan tersedia di berbagai platform analisis biologis. Peneliti dapat mengaksesnya melalui biohub.ai, serta platform lain seperti AWS Bio Discovery dan SandboxAQ. Biohub juga berkomitmen untuk menyediakan kredit komputasi bagi para peneliti agar mereka dapat menjalankan model AI ini di server perusahaan dengan lebih efisien.

Inisiatif Chan Zuckerberg, yang didirikan pada tahun 2015, telah berinvestasi lebih dari 7 miliar dollar AS dalam berbagai kegiatan filantropi, termasuk penelitian biomedis yang kini terintegrasi di Biohub. Melalui upaya ini, Zuckerberg dan Chan berencana untuk menyumbangkan 99 persen saham Meta yang mereka miliki sepanjang hidup, sebagian besar melalui Biohub.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/05/30/10370097/bos-meta-bikin-ai-untuk-membantu-ilmuwan-temukan-obat-baru

Baca Juga

Advertisement