Advertisement
Beranda › AI Lulus Ujian Masuk Universitas Terkemuka Jepang, Mengalahkan Siswa Manusia

AI Lulus Ujian Masuk Universitas Terkemuka Jepang, Mengalahkan Siswa Manusia

6/6/2026

Keberhasilan AI di Ujian Masuk Universitas Terkemuka Jepang

Dalam sebuah perkembangan yang mengesankan di dunia kecerdasan buatan, tiga model AI terkemuka, yaitu ChatGPT dari OpenAI, Gemini dari Google, dan Claude dari Anthropic, berhasil lulus ujian masuk dua universitas paling bergengsi di Jepang, yaitu Universitas Tokyo dan Universitas Kyoto. Tidak hanya sekadar lulus, beberapa model AI ini bahkan mencatatkan nilai yang jauh lebih tinggi dibandingkan peserta manusia terbaik di ujian yang sama.

Ujian Masuk yang Ketat dan Tantangan bagi Manusia

Ujian masuk di Jepang dikenal sangat kompetitif, dengan sekitar 500.000 siswa yang berpartisipasi setiap tahunnya. Universitas Tokyo, khususnya, memiliki reputasi sebagai salah satu institusi dengan proses seleksi yang paling sulit di dunia. Oleh karena itu, keberhasilan model AI ini dalam menghadapi ujian tersebut menjadi sorotan besar di kalangan masyarakat dan para ahli.

Pada ujian yang diadakan untuk tahun akademik 2026, ketiga model AI tersebut diuji oleh LifePrompt, sebuah perusahaan AI asal Jepang. Mereka diminta untuk mengerjakan soal-soal ujian masuk yang telah dirancang untuk mengukur kemampuan akademis siswa. Hasilnya sangat mencengangkan.

Nilai yang Mencengangkan dari ChatGPT, Gemini, dan Claude

ChatGPT, yang merupakan versi terbaru 5.2 Thinking, berhasil mencetak nilai sempurna pada mata ujian matematika. Di jalur Humanities and Social Sciences, ChatGPT meraih 452 poin dari total 550 poin, melebihi skor tertinggi peserta manusia yang diterima, yaitu 434 poin. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa AI tidak hanya mampu memahami konsep dasar, tetapi juga dapat menerapkannya dengan sangat baik dalam situasi yang kompleks.

Di Universitas Kyoto, prestasi ChatGPT terus berlanjut. Pada ujian masuk Fakultas Hukum, model AI ini mencetak skor 771 poin, yang lebih tinggi dari nilai tertinggi peserta manusia yang hanya mencapai 734 poin. Sementara itu, pada ujian Fakultas Kedokteran, ChatGPT meraih 1.176 poin, lebih baik dibandingkan peserta terbaik yang memperoleh 1.098 poin.

Namun, pencapaian ini bukan hanya milik ChatGPT. Google Gemini 3 Pro Preview juga menunjukkan performa yang mengesankan, dengan beberapa nilai sempurna dalam berbagai mata ujian matematika. Claude Opus 4.5 juga berhasil melampaui ambang kelulusan di semua kategori yang diujikan, termasuk jalur Natural Sciences III di Universitas Tokyo dan Fakultas Kedokteran di Universitas Kyoto.

Mengapa Pencapaian Ini Penting?

Keberhasilan model AI dalam ujian masuk universitas ternama ini membuka diskusi tentang masa depan pendidikan dan peran AI dalam proses pembelajaran. Dengan hasil yang menunjukkan bahwa AI dapat bersaing dengan manusia di level akademik tinggi, muncul pertanyaan tentang bagaimana teknologi ini dapat diintegrasikan dalam sistem pendidikan yang ada.

AI dapat menjadi alat bantu yang efektif dalam pembelajaran, memberikan akses kepada siswa untuk memahami materi dengan cara yang lebih interaktif dan menarik. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam hal etika dan dampak sosial dari penggunaan AI dalam pendidikan. Apakah kita siap untuk menerima bahwa mesin mungkin lebih pintar dalam beberapa aspek dibandingkan manusia?

Kesimpulan

Hasil ujian masuk yang dicapai oleh ChatGPT, Gemini, dan Claude menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh kecerdasan buatan. Dengan kemampuan untuk melampaui nilai peserta manusia dalam ujian yang sangat kompetitif, AI tidak hanya menunjukkan kemajuan teknologi, tetapi juga menantang cara kita berpikir tentang pendidikan dan pembelajaran di masa depan. Keberhasilan ini patut dicatat sebagai langkah awal menuju era baru di mana AI dan manusia dapat berkolaborasi untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/06/06/19000067/chatgpt-dan-gemini-lolos-ujian-masuk-kampus-top-jepang-nilainya-kalahkan

Baca Juga

Advertisement