Di era digital saat ini, cara Generasi Z dalam mencari pekerjaan mengalami perubahan signifikan. Riset terbaru menunjukkan bahwa mereka mulai meninggalkan LinkedIn, sebuah platform yang selama ini dianggap sebagai standar untuk mencari kerja dan membangun jaringan profesional. Sebagai pengganti, platform seperti YouTube dan Instagram kini menjadi pilihan utama.
Laporan Zety: Gen Z dan Media Sosial
Temuan ini berasal dari laporan berjudul "Gen Z Misinfluence Report" yang dirilis oleh Zety, sebuah perusahaan pembuat CV dari Amerika Serikat. Dalam survei yang melibatkan 919 pekerja Gen Z berusia 18-27 tahun, hasilnya menunjukkan bahwa seluruh responden menggunakan media sosial untuk mencari nasihat karir. Ini berarti 100 persen dari mereka mengandalkan platform tersebut.
Kepercayaan Terhadap Influencer di Media Sosial
Salah satu temuan paling menarik dari laporan ini adalah bahwa 45 persen Gen Z lebih mempercayai nasihat karir yang diberikan oleh kreator dan influencer di media sosial dibandingkan dengan sumber tradisional seperti penasihat karir atau perekrut. Hal ini menunjukkan pergeseran kepercayaan yang signifikan di antara generasi muda.
Posisi LinkedIn yang Terancam
Dari hasil survei, LinkedIn yang seharusnya menjadi platform utama untuk mencari pekerjaan justru berada di posisi terbawah. Penggunaan LinkedIn mulai berkurang, dan banyak Gen Z merasa tidak nyaman dengan konten yang ada di platform tersebut. Mereka menyebut perasaan ini dengan istilah "ick", yang menunjukkan rasa muak terhadap berbagai unggahan yang dianggap tidak autentik.
Instagram Mengambil Alih Peran LinkedIn
Menariknya, Instagram tidak hanya menggantikan fungsi LinkedIn, tetapi juga mengambil alih banyak peran sekaligus. Generasi Z kini memanfaatkan Instagram untuk mencari peluang kerja, membangun jaringan, dan mendapatkan inspirasi karir. Ini menunjukkan bahwa mereka lebih memilih platform yang memberikan pengalaman lebih menyenangkan dan interaktif.
Dengan fenomena ini, kita dapat melihat bagaimana generasi muda mengubah cara mereka berinteraksi dengan dunia profesional. Mereka lebih memilih platform yang menawarkan keaslian dan interaksi yang lebih dekat, dibandingkan dengan kesan formal yang sering kali dihadirkan oleh LinkedIn.
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/07/08/19040077/riset-ungkap-keunikan-gen-z-saat-cari-kerja-dan-pilih-kantor


