Beranda › Singapura Luncurkan Data Center AI Berbasis Sel Otak Manusia

Singapura Luncurkan Data Center AI Berbasis Sel Otak Manusia

8/22/2026
Singapura Luncurkan Data Center AI Berbasis Sel Otak Manusia

Singapura baru saja meluncurkan pusat data biologis yang revolusioner, yang menggunakan sel otak manusia hidup untuk memproses informasi. Ini adalah langkah inovatif yang mengubah cara kita memandang teknologi pusat data dan kecerdasan buatan (AI).

Inovasi dalam Pusat Data Biologis

Berbeda dengan pusat data tradisional yang bergantung pada chip silikon, data center yang baru dibuka ini menggunakan neuron yang ditumbuhkan dari sel punca. Fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi antara National University of Singapore (NUS) dan Yong Loo Lin School of Medicine, bersama dengan perusahaan pusat data lokal, DayOne, dan startup komputasi biologis asal Melbourne, Cortical Labs.

Prototipe yang Menarik Perhatian

Pusat data ini adalah prototipe yang ditempatkan di NUS Life Sciences Institute. Ini menandai pengembangan data center biologis berskala besar pertama di Singapura dan yang pertama di luar Australia. Prototipe ini akan menjadi model untuk pusat data biologis di masa depan.

Teknologi CL1 dan Microelectrode Array

Secara teknis, pusat data biologis ini dilengkapi dengan 20 unit CL1 buatan Cortical Labs. CL1 merupakan perangkat komputasi biologis yang menghubungkan neuron hidup dengan sistem elektronik. Setiap unit CL1 berisi sel otak manusia yang telah dikembangkan dari sel punca, yang dapat menerima dan mengirim rangsangan listrik.

Teknik Microelectrode Array (MEA) digunakan untuk menghubungkan neuron dengan komputer, memungkinkan pengiriman dan pembacaan aktivitas listrik dari neuron tersebut. Aktivitas ini menjadi bagian penting dari proses komputasi yang dilakukan oleh sistem.

Integrasi dan Pemantauan Real-time

Ke-20 unit CL1 tersebut dipasang dalam satu rak server biologis untuk mengintegrasikan sistem secara efisien. Ini memungkinkan pemantauan dan pengoperasian sistem secara real-time, memberikan kemudahan dalam pengelolaan data dan proses komputasi yang lebih cepat. NUS mencatat bahwa teknologi ini adalah contoh nyata penggunaan 'wetware' dalam komputasi, yang melengkapi hardware dan software dalam sistem komputer.

Dengan perkembangan ini, Singapura menunjukkan bahwa mereka berada di garis depan inovasi teknologi, memanfaatkan sel otak manusia untuk menciptakan sistem komputasi yang lebih cerdas dan efisien. Ini adalah sebuah langkah besar menuju masa depan teknologi yang lebih terintegrasi dan biologis.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/08/22/19030017/singapura-buka-data-center-ai-pertama-yang-pakai-sel-otak-manusia

Baca Juga

Iklan