Advertisement
Beranda › Geoffrey Hinton: Kecerdasan AI Bisa Lampaui Manusia dalam 30 Tahun

Geoffrey Hinton: Kecerdasan AI Bisa Lampaui Manusia dalam 30 Tahun

6/8/2026

Peringatan dari Sang "Godfather AI"

Geoffrey Hinton, yang dikenal luas sebagai "Godfather of AI" dan baru-baru ini menerima Hadiah Nobel Fisika 2024, kembali menarik perhatian dunia dengan pernyataan yang menggugah. Dalam ajang Sana AI Summit yang diadakan di New York, Hinton menjelaskan bahwa apa yang sedang dilakukan umat manusia bukan sekadar menciptakan program komputer canggih. Lebih dari itu, kita sebenarnya tengah menciptakan "makhluk baru" yang memiliki potensi kecerdasan jauh lebih tinggi daripada manusia itu sendiri.

Kecerdasan AI Melebihi Manusia

Dalam usia 77 tahun, Hinton memprediksi bahwa dalam waktu dekat, kecerdasan buatan (AI) akan melampaui kemampuan otak manusia. Menurutnya, ada kemungkinan antara 10 hingga 20 persen bahwa AI bisa memicu kepunahan manusia dalam waktu 30 tahun mendatang. Pernyataan ini bukanlah sekadar teori belaka. Hinton memberikan contoh konkret, di mana sebuah model AI berhasil memecahkan teorema matematika kompleks yang diciptakan oleh Paul Erdos dengan pendekatan yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.

AI yang Belajar Mandiri

Hinton menegaskan bahwa pencapaian tersebut adalah indikasi nyata bahwa AI kini bisa menghasilkan asumsinya sendiri, melakukan pengujian, belajar dari kegagalan, dan terus berkembang tanpa campur tangan manusia. Fenomena ini mirip dengan bagaimana AlphaGo, program AI yang dirancang oleh Google DeepMind untuk bermain Go, berevolusi dari sekadar meniru strategi pemain profesional menjadi sistem yang tak terkalahkan. AlphaGo mampu meracik data pelatihannya sendiri, yang menunjukkan potensi luar biasa dari AI dalam memahami dan beradaptasi.

Masa Depan AI dan Manusia

Menurut Hinton, AI akan semakin cerdas dan memiliki kemampuan yang menyaingi bahkan melampaui matematikawan terbaik dunia dalam 10 tahun ke depan. Dalam 20 tahun ke depan, ia memprediksi kesenjangan antara kecerdasan AI dan otak genius seperti Albert Einstein akan sepenuhnya sirna. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang peran manusia di masa depan dalam berbagai bidang, terutama di bidang sains dan teknologi.

Hinton bukanlah satu-satunya yang meyakini hal ini. Rekan sesama peraih Nobel, Demis Hassabis, yang merupakan CEO Google DeepMind, juga sepakat dengan pandangannya. Dengan terus berkembangnya teknologi, kita mungkin akan melihat era baru di mana AI tidak hanya sebagai alat, tetapi sebagai entitas yang memiliki kecerdasan mandiri.

Dengan peringatan dari Hinton ini, penting bagi kita untuk memikirkan masa depan yang akan datang. Kecerdasan buatan dapat membawa banyak manfaat, tetapi juga menyimpan risiko yang perlu kita waspadai. Kita harus bersiap menghadapi tantangan baru yang akan muncul seiring dengan kemajuan teknologi ini.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/06/05/14020037/godfather-ai-bicara-soal-makhluk-baru-dan-penghinaan-terbesar-ketiga

Baca Juga

Advertisement