Beranda › Google Khawatir Aturan DMA Baru Berisiko pada Privasi Pengguna

Google Khawatir Aturan DMA Baru Berisiko pada Privasi Pengguna

6/30/2026
Google Khawatir Aturan DMA Baru Berisiko pada Privasi Pengguna

Google Menyuarakan Kekhawatiran Terhadap Aturan DMA yang Baru

Perjuangan Google Melawan Usulan Aturan DMA

Google baru-baru ini mengungkapkan kekhawatirannya mengenai usulan baru dari Digital Markets Act (DMA) yang dikeluarkan oleh Uni Eropa. Peraturan-peraturan yang dirancang untuk mengurangi dominasi perusahaan teknologi besar ini bisa berpotensi menimbulkan risiko privasi dan keamanan bagi jutaan pengguna. Peringatan ini muncul saat Komisi Eropa bersiap untuk mengambil keputusan akhir terkait kasus Google Search dan interoperabilitas Android pada 27 Juli mendatang.

Tujuan dari Digital Markets Act

DMA bertujuan untuk membatasi kekuatan platform teknologi yang dominan, termasuk Alphabet, Apple, Amazon, Meta, Microsoft, dan ByteDance. Salah satu ketentuan penting dalam peraturan ini adalah mewajibkan "penjaga gerbang" untuk membuka akses sebagian ekosistem mereka bagi para pesaing. Untuk Google, hal ini berarti memberikan akses lebih besar terhadap data pencarian kepada mesin pencari pesaing serta memberikan akses yang lebih luas kepada layanan AI pihak ketiga di Android.

Risiko Keamanan yang Dikhawatirkan Google

Heather Adkins, Wakil Presiden Keamanan Teknik di Google, menyatakan bahwa jika usulan ini diterapkan sesuai dengan rencana, pengguna bisa lebih rentan terhadap penipuan dan serangan siber. Dalam waktu singkat, penjahat siber mungkin akan memanfaatkan sistem baru ini, terutama jika Android memberikan akses lebih besar kepada layanan AI luar terhadap izin sensitif seperti mikrofon, kamera, konten yang ditampilkan di layar, dan aplikasi yang terpasang.

Data pencarian menjadi isu yang lebih rumit. Komisi ingin Google memberikan akses terhadap data pencarian yang mirip dengan yang digunakan secara internal, termasuk query pencarian yang dianonimkan, data klik, dan informasi peringkat. Tujuannya adalah untuk memberikan data yang cukup kepada penyedia pencarian yang lebih kecil dan alat pencarian bertenaga AI agar bisa meningkatkan produk mereka dan bersaing lebih baik dengan Google yang menguasai sekitar 90% pasar pencarian global.

Perdebatan di Kalangan Peneliti dan Ahli Privasi

Tidak semua pihak sepakat dengan penilaian Google. Mesin pencari yang fokus pada privasi, DuckDuckGo, berpendapat bahwa usulan Komisi sudah cukup untuk mengurangi risiko reidentifikasi ke tingkat yang tidak signifikan. Sementara itu, para peneliti dari Knight-Georgetown Institute berpendapat bahwa langkah-langkah perlindungan yang direncanakan tampak cukup kuat untuk mendukung persaingan yang lebih besar. Mereka juga menyatakan bahwa Google memiliki data yang diperlukan untuk memverifikasi secara independen bahwa teknik anonimisasi berfungsi sesuai yang diharapkan.

Namun, beberapa akademisi mengakui adanya risiko privasi, tetapi berpendapat bahwa hal itu perlu dipertimbangkan bersama dengan perlindungan teknis yang diberikan oleh Komisi dan tidak boleh menjadi penghalang utama dalam penerapan peraturan ini.

Permasalahan di Sisi Android

Kisah di sisi Android juga menimbulkan perdebatan yang serupa. Regulator Uni Eropa ingin agar asisten AI yang bersaing dapat terintegrasi lebih dalam dengan Android, termasuk dukungan untuk kata bangun dan interaksi dengan aplikasi serta data pengguna. Google mengakui bahwa mereka sejalan dengan tujuan lebih luas yang diinginkan oleh Komisi, namun percaya bahwa membuka kemampuan tersebut terlalu cepat dapat melemahkan perlindungan keamanan Android yang telah lama ada.

Menariknya, dalam momen ketidaksengajaan antara dua rival ini, Apple juga menyatakan dukungannya terhadap beberapa bagian dari posisi Google mengenai akses ke sistem operasi.

Dengan demikian, perdebatan mengenai regulasi ini tampaknya akan terus berlanjut, dengan berbagai sudut pandang yang saling bertentangan. Apakah langkah-langkah yang diambil oleh Uni Eropa akan benar-benar membawa manfaat bagi persaingan dan privasi pengguna, atau justru sebaliknya? Hanya waktu yang akan menjawab pertanyaan ini.

Sumber: https://www.androidauthority.com/google-warns-cybercrime-incidents-amid-dma-proposals-3682866/

Baca Juga

Advertisement