Advertisement
Beranda › Inovasi Pencucian Pakaian Astronot Tanpa Air untuk Misi Luar Angkasa

Inovasi Pencucian Pakaian Astronot Tanpa Air untuk Misi Luar Angkasa

6/4/2026

Inovasi Kebersihan Pakaian Astronot di Luar Angkasa

Dalam era eksplorasi luar angkasa yang semakin maju, tantangan baru muncul terkait kebutuhan dasar manusia, termasuk kebersihan pakaian. Tim peneliti yang dipimpin oleh Gabe Xu dari University of Alabama telah menciptakan solusi inovatif untuk mencuci pakaian astronot tanpa memerlukan air. Penemuan ini sangat penting untuk mendukung misi jangka panjang ke Bulan dan Mars, di mana sumber daya air sangat terbatas.

Metode Pembersihan Tradisional yang Kurang Efektif

Saat ini, astronot yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) memiliki metode pembersihan pakaian yang terbilang sederhana namun kurang efektif. Mereka menggunakan vacuum kering dan tisu pembersih kimia untuk membersihkan pakaian. Namun, metode ini tidak cukup memadai untuk menjaga kebersihan pakaian dalam jangka waktu lama. Meskipun astronot dapat mengganti pakaian yang sudah kotor dan membuangnya, cara ini dianggap tidak berkelanjutan untuk misi yang berlangsung lama di luar angkasa.

Teknik Baru Menggunakan Plasma Dingin

Untuk mengatasi kendala tersebut, tim peneliti mengembangkan perangkat berukuran kecil yang mampu memancarkan plasma dingin. Perangkat ini bekerja dengan menggunakan listrik tegangan tinggi untuk mengionisasi campuran helium, udara, dan uap air. Ketika diarahkan ke permukaan kain, plasma dingin ini mampu membunuh bakteri melalui proses yang dikenal sebagai stres oksidatif, tanpa memerlukan air.

Keunggulan plasma dingin dibandingkan plasma panas adalah kemampuannya untuk beroperasi pada suhu ruangan, sehingga aman untuk kain dan juga kulit manusia. Dalam pengujian laboratorium, tim berhasil mengurangi jumlah bakteri Staphylococcus caprae—yang pernah ditemukan di ISS—dari sekitar 250.000 per mililiter menjadi 60.000 per mililiter setelah proses pembersihan. Dengan demikian, perangkat ini menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibanding metode yang saat ini digunakan di ISS.

Menjamin Kesehatan Astronot di Luar Angkasa

Walaupun metode baru ini mungkin tidak dapat menghilangkan noda yang terlihat, kemampuan perangkat untuk membunuh bakteri sangat penting untuk mencegah astronot terjangkit penyakit. Gabe Xu menyatakan, "Mikroba yang tahan terhadap sinar UV ada, tetapi sejauh ini, tidak ada yang bisa bertahan dari stres oksidatif." Ini menunjukkan potensi besar dari teknologi ini untuk menjaga kesehatan para astronot selama misi yang panjang di luar angkasa.

Saat ini, prototipe yang telah dikembangkan masih berukuran kecil dan hanya mampu membersihkan area selebar ujung pensil. Namun, dengan pengembangan lebih lanjut, diharapkan perangkat ini dapat diperbesar dan digunakan untuk membersihkan pakaian secara lebih efektif dalam waktu dekat.

Inovasi ini bukan hanya menjawab masalah praktis, tetapi juga menjadi langkah maju dalam eksplorasi luar angkasa yang berkelanjutan. Dengan teknologi baru ini, diharapkan astronot dapat menjaga kebersihan pakaian mereka tanpa bergantung pada sumber daya air yang terbatas, menjadikan perjalanan ke luar angkasa lebih efisien dan nyaman.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/06/04/19020077/tidak-ada-air-di-luar-angkasa-peneliti-sudah-punya-solusi-untuk-cuci-baju

Baca Juga

Advertisement