Kenaikan Tajam Harga Bitcoin
Pada tanggal 20 Agustus 2026, harga Bitcoin (BTC) mencatatkan lonjakan signifikan dengan menembus angka 72.000 dollar AS (sekitar Rp 1,27 miliar). Ini adalah kali pertama harga Bitcoin mencapai level tersebut sejak awal bulan Juni. Dalam perdagangan harian, Bitcoin bahkan sempat menyentuh angka tertinggi 72.408 dollar AS sebelum akhirnya mengalami penurunan dan stabil di sekitar 71.423 dollar AS, dengan kenaikan harian mencapai 3,07 persen.
Perbandingan dengan Harga Sebelumnya
Kenaikan harga Bitcoin ini cukup menarik jika dibandingkan dengan posisinya dalam beberapa pekan terakhir. Pada 2 Juni 2026, Bitcoin diperdagangkan di level sekitar 71.765 dollar AS. Namun, pada hari yang sama, harga Bitcoin mengalami flash crash dan turun tajam hingga 67.895 dollar AS dalam satu sesi perdagangan. Sejak saat itu, Bitcoin terus melemah hingga mencapai titik terendah di 56.832 dollar AS pada akhir Juni, menandai level terendah dalam 21 bulan terakhir.
Apa yang Mendorong Kenaikan Ini?
Beberapa faktor berkontribusi terhadap lonjakan harga Bitcoin baru-baru ini. Salah satunya adalah fenomena short squeeze, di mana trader yang bertaruh pada penurunan harga Bitcoin mengalami kerugian akibat lonjakan harga yang tidak terduga. Menurut data dari Coinglass, dalam waktu 24 jam terakhir, sebanyak 174.416 trader mengalami likuidasi, dengan total nilai posisi mencapai 2,85 miliar dollar AS atau sekitar Rp 46 triliun.
Faktor Ekonomi Makro yang Mempengaruhi
Selain fenomena short squeeze, faktor ekonomi makro juga berperan penting dalam kenaikan harga Bitcoin. Departemen Keuangan AS (Treasury) baru-baru ini mengumumkan rencana untuk menggandakan pembelian kembali obligasi pemerintah jangka panjang. Batas pembeliannya dinaikkan dari 2 miliar dollar AS menjadi 4 miliar dollar AS untuk setiap operasi, yang berlaku untuk surat berharga dengan tenor 10 hingga 30 tahun, dimulai pada 9 September mendatang.
Langkah ini membuat imbal hasil atau yield obligasi AS turun, serta melemahkan dollar AS ke level terendah dalam tiga bulan. Penurunan yield dan pelemahan dollar AS biasanya membuat aset berisiko, termasuk mata uang kripto, lebih menarik bagi para investor.
Pengumuman dari Treasury ini muncul beberapa jam sebelum Presiden AS Donald Trump mengadakan pertemuan dengan sejumlah eksekutif perusahaan kripto di Gedung Putih, termasuk dari Coinbase, Ripple, dan Robinhood.
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/08/21/07373017/bitcoin-tiba-tiba-naik-ke-level-tertinggi-dalam-2-bulan-ini-sebabnya



