Advertisement
Beranda › Kenaikan Harga Steam Deck OLED akibat Krisis Memori Global

Kenaikan Harga Steam Deck OLED akibat Krisis Memori Global

5/28/2026

Kenaikan Harga Steam Deck OLED: Dampak Krisis Memori Global

Industri perangkat teknologi kini tengah menghadapi tantangan besar akibat kelangkaan memori global, yang berdampak langsung pada harga konsol handheld gaming, Steam Deck. Valve, sebagai pengembang konsol ini, baru saja mengumumkan bahwa harga untuk varian OLED mengalami kenaikan yang cukup signifikan, terutama setelah beberapa bulan mengalami kelangkaan di pasar.

Harga Baru Steam Deck OLED yang Mencengangkan

Setelah lama dinanti, Steam Deck OLED kini kembali tersedia di halaman resmi Valve, namun konsumen harus merogoh kocek lebih dalam. Varian 512 GB yang sebelumnya dijual seharga 549 dollar AS, kini melambung menjadi 789 dollar AS, atau sekitar Rp 14 juta. Sementara itu, model 1 TB mengalami kenaikan dari 649 dollar AS menjadi 949 dollar AS, yang setara dengan sekitar Rp 16,8 juta. Kenaikan harga ini jelas merupakan dampak dari krisis memori global yang sedang berlangsung, yang sering disebut "RAMageddon".

Perbandingan Kenaikan Harga dengan Perangkat Lain

Kenaikan harga Steam Deck OLED terbilang ekstrem jika dibandingkan dengan perangkat gaming lain. Misalnya, harga PlayStation 5 baru-baru ini naik sekitar 150 dollar AS hingga 200 dollar AS dibanding harga saat peluncuran. Begitu pula dengan Nintendo Switch 2 yang mengalami kenaikan harga sebesar 50 dollar AS meskipun baru dipasarkan kurang dari satu tahun.

Bagi konsumen yang mencari alternatif lebih terjangkau, Valve masih menawarkan model rekondisi. Steam Deck OLED rekondisi versi 512 GB dijual seharga 629 dollar AS, sementara model 1 TB dibanderol 759 dollar AS. Selain itu, konsol Steam Deck versi LCD yang produksinya sudah dihentikan juga masih tersedia dalam bentuk rekondisi, dimulai dari harga 279 dollar AS untuk kapasitas penyimpanan 64 GB.

Keunggulan Steam Deck OLED

Steam Deck OLED hadir dengan sejumlah peningkatan signifikan dibandingkan versi LCD-nya. Salah satu yang paling menonjol adalah layar OLED yang menawarkan kualitas tampilan lebih baik. Layar ini memiliki warna hitam yang lebih pekat serta kontras warna yang lebih baik, berkat setiap piksel pada layar OLED yang dapat memancarkan cahaya sendiri. Hal ini berbeda dengan layar LCD yang memerlukan backlight untuk menghasilkan cahaya.

Selain itu, ukuran layar Steam Deck juga ditingkatkan dari 7 inci menjadi 7,4 inci, dengan refresh rate yang meningkat dari 60 Hz menjadi 90 Hz, dan kecerahan (brightness) yang kini mencapai 1.000 nits. Panel ini juga mendukung HDR dan memiliki cakupan gamut warna 110 persen DCI-P3, serta touch polling rate 180 Hz, yang membuat layar menjadi lebih responsif saat disentuh. Meskipun demikian, resolusi layar masih tetap di angka 1.280 x 800 piksel.

Kesimpulan: Apa yang Harus Diketahui Konsumen?

Kenaikan harga Steam Deck OLED ini tentunya menjadi perhatian bagi para gamer yang ingin memiliki konsol ini. Meskipun harga baru terbilang mahal, peningkatan spesifikasi dan kualitas tampilan yang ditawarkan mungkin sebanding dengan investasi tersebut. Dengan pilihan model rekondisi yang lebih terjangkau, Valve memberikan opsi bagi konsumen yang ingin merasakan pengalaman bermain game dengan Steam Deck tanpa menguras kantong terlalu dalam.

Bagi yang mempertimbangkan untuk membeli, penting untuk memperhatikan situasi pasar dan mempertimbangkan apakah keuntungan dari spesifikasi yang ditawarkan sepadan dengan harga yang harus dibayar. Dengan berbagai pilihan yang ada, konsumen kini memiliki lebih banyak pertimbangan sebelum memutuskan untuk membawa pulang Steam Deck OLED.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/05/28/19060017/harga-steam-deck-oled-naik-drastis-imbas-krisis-memori-global

Baca Juga

Advertisement