Advertisement
Beranda › Korea Selatan Inovatif Gunakan AI Cegah Bunuh Diri di Jembatan

Korea Selatan Inovatif Gunakan AI Cegah Bunuh Diri di Jembatan

6/13/2026

Korea Selatan Menggunakan AI untuk Mencegah Bunuh Diri

Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, Korea Selatan menunjukkan inovasi yang mengesankan dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menangani isu sosial yang serius, yaitu bunuh diri. Melalui langkah ini, pemerintah Kota Seoul berupaya mendeteksi tanda-tanda seseorang yang berpotensi melakukan bunuh diri, khususnya di area-area rawan.

Pemantauan di Jembatan Sungai Han

Sungai Han, yang membelah Kota Seoul, telah lama dikenal sebagai salah satu lokasi dengan tingkat percobaan bunuh diri yang tinggi. Dalam upaya menanggulangi masalah ini, pemerintah setempat telah meluncurkan sistem pemantauan yang menggunakan AI untuk mengawasi aktivitas di jembatan-jembatan yang melintasi sungai tersebut. Sistem ini beroperasi dari Pusat Pengendalian Terpadu CCTV Jembatan Hangang yang sudah ada sejak tahun 2021.

Sistem AI yang dikembangkan ini terhubung dengan sekitar 900 kamera CCTV yang tersebar di 17 dari 21 jembatan yang dapat diakses oleh pejalan kaki. Berbeda dengan sistem CCTV konvensional yang hanya merekam, teknologi ini dirancang untuk menganalisis perilaku manusia dan mendeteksi aktivitas mencurigakan.

Bagaimana AI Bekerja?

Salah satu metode utama yang digunakan oleh sistem AI adalah memantau lamanya waktu seseorang berada di area tertentu di jembatan. AI akan mengawasi apa yang disebut sebagai "loitering zones", yaitu titik-titik di mana seseorang terlihat berdiri terlalu lama menghadap ke arah sungai. Jika seseorang berada di area tersebut selama lebih dari lima menit (300 detik), sistem akan secara otomatis mengirimkan alarm kepada operator.

Setelah alarm diterima, petugas manusia akan melakukan verifikasi untuk memastikan apakah orang itu hanya menikmati pemandangan atau mungkin mengalami tekanan emosional. Mereka akan memperbesar tampilan dari kamera untuk mencari petunjuk visual, seperti ekspresi wajah yang menunjukkan kesedihan, kecemasan, atau tanda-tanda lain yang mencolok.

Analisis Kombinasi AI dan Manusia

Pentingnya kolaborasi antara teknologi dan penilaian manusia terlihat pada proses ini. Selain memperhatikan durasi waktu, petugas juga mengamati detail-detail lain yang dianggap tidak biasa, seperti membawa botol alkohol atau mengenakan sandal di musim dingin. Analisis mendalam ini membantu petugas dalam mengidentifikasi potensi situasi berisiko sebelum terjadinya tindakan fatal.

Namun, pengelola sistem menegaskan bahwa AI tidak berfungsi sebagai pengambil keputusan akhir. Teknologi ini hanya berperan sebagai alat penyaring awal yang membantu operator dalam menemukan kejadian-kejadian penting dari ribuan jam rekaman CCTV yang dihasilkan setiap harinya.

Harapan untuk Masa Depan

Inisiatif ini mencerminkan upaya serius pemerintah Korea Selatan dalam mengatasi masalah bunuh diri yang telah menjadi isu nasional. Dengan memanfaatkan teknologi canggih, diharapkan dapat mengurangi angka percobaan bunuh diri dan memberikan dukungan yang lebih baik kepada individu yang membutuhkan. Langkah ini tidak hanya menunjukkan inovasi dalam penggunaan AI, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan mental masyarakat.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, diharapkan bahwa pendekatan serupa dapat diterapkan di negara lain untuk menangani masalah serupa, sehingga meningkatkan kesadaran dan memberikan bantuan lebih awal kepada mereka yang berisiko.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/06/13/19080057/korea-selatan-manfaatkan-ai-untuk-cegah-bunuh-diri

Baca Juga

Advertisement