Beranda › Kreator Video AI Ini Resign untuk Cari Cuan Lebih Banyak

Kreator Video AI Ini Resign untuk Cari Cuan Lebih Banyak

8/21/2026
Kreator Video AI Ini Resign untuk Cari Cuan Lebih Banyak

Di tengah ketidakpastian karier, seorang pria bernama Jonathan Laramy mengambil langkah berani dengan meninggalkan pekerjaannya yang stabil untuk mengejar passion-nya dalam dunia video AI. Keputusan ini mungkin terdengar nekat bagi sebagian orang, namun bagi Laramy, langkah tersebut terbukti sangat menguntungkan.

Pindah dari Customer Service ke Kreator Video AI

Jonathan Laramy, yang kini berusia 32 tahun, sebelumnya bekerja sebagai customer service. Namun, ia memutuskan untuk resign dan fokus sepenuhnya menjadi kreator konten video AI. Dalam wawancaranya dengan Business Insider, Laramy mengungkapkan bahwa penghasilannya kini jauh lebih besar dibandingkan gaji yang didapatnya saat bekerja sebagai customer service.

Chloe VS History: Konten Unik dengan AI

Laramy kini mengelola sebuah kanal YouTube yang bernama "Chloe VS History". Kanal ini menawarkan konten sejarah dengan pendekatan yang unik, menggunakan karakter AI bernama Chloe. Chloe digambarkan sebagai seorang vlogger modern yang memiliki kemampuan untuk menjelajahi waktu, mengunjungi berbagai peristiwa bersejarah seperti pelayaran perdana Titanic dan bencana alam di Pompeii.

Proses Kreatif di Balik Video AI

Menariknya, Laramy tidak memiliki latar belakang di dunia perfilman atau produksi video. Sebelum memulai kanal ini, ia hanya bereksperimen dengan teknologi AI saat waktu senggang. Berbekal pengalaman dari kanal media sosial yang membahas fakta-fakta sejarah, ia mengembangkan ide untuk Chloe VS History.

Dalam proses produksinya, Laramy memanfaatkan berbagai model AI. Misalnya, ia menggunakan Claude untuk mencari ide dan menyusun struktur naskah, sementara Nano Banana Pro dan ChatGPT 2.0 digunakan untuk menghasilkan gambar. Klip video kemudian dibuat dengan menggunakan Seedance 2.0 dan suara AI untuk menjaga konsistensi suara Chloe di setiap video.

Biaya Produksi yang Tidak Murah

Meskipun video yang dihasilkan menggunakan teknologi AI, biaya produksinya bisa dibilang cukup tinggi. Laramy menyebutkan bahwa setiap video panjang memerlukan biaya sekitar 300 hingga 800 poundsterling, setara dengan Rp 7,2 juta hingga Rp 19,2 juta. Ini belum termasuk biaya revisi yang bisa mencapai 3 dollar AS setiap kali proses pengambilan gambar dilakukan.

Dengan segala usaha dan inovasi yang dilakukan, Laramy membuktikan bahwa mengejar passion di dunia digital tidak selalu mudah, namun bisa sangat menguntungkan. Keberaniannya untuk resign dari pekerjaan tetapnya dan memfokuskan diri pada video AI adalah contoh nyata bagaimana teknologi dapat membuka peluang baru dalam berkarir.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/08/16/11030087/pria-ini-pilih-resign-dan-bikin-video-ai-full-time-malah-lebih-cuan

Baca Juga

Iklan