Judul: Pengalaman Pertama Menggunakan Nothing Headphone A: Kenyamanan dan Keunggulan Suara
Sejak lama, saya adalah penggemar earbud. Praktisnya mengambil casing dari saku, memasang earbud, dan langsung pergi selalu menggoda, terutama bagi saya yang suka berlari jarak jauh. Namun, ada kalanya earbud tidak cukup memadai. Saat berolahraga di gym, earbud sering kali tidak nyaman (kecuali yang memiliki pengait di telinga), dan daya tahan baterai yang terbatas membuatnya kurang ideal untuk perjalanan jauh. Dalam situasi seperti itu, saya sering merasa iri pada teman-teman yang menggunakan headphone over-ear yang kuat dan tahan lama, tetapi saya tidak pernah ingin mengorbankan ruang untuk mereka. Hingga Nothing meluncurkan Nothing Headphone A, saya pun memutuskan untuk mencoba sesuatu yang baru.
Desain yang Menarik dan Fungsional
Ketika saya akhirnya mendapatkan kesempatan untuk membuka kemasan Nothing Headphone A, saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Desainnya yang unik dengan bentuk "squircle" (perpaduan persegi dan lingkaran) menarik perhatian saya. Berbeda dengan Nothing Phone yang hanya menampilkan desain industrial, Nothing Headphone A menawarkan kontrol manual yang mengesankan. Tidak ada lagi mengetuk atau menggesek, yang sering kali menyebabkan kesalahan seperti menaikkan volume secara tidak sengaja. Anda akan mengontrol semuanya melalui dua kontrol yang ada pada headphone ini.
Saya sempat ragu dengan desain ini, terutama karena saya memiliki rambut panjang yang sering menghalangi headphone. Namun, setelah beberapa waktu beradaptasi, saya menemukan bahwa kontrol tersebut menjadi sangat intuitif. Pengatur volume berfungsi halus dan responsif, memberikan umpan balik audibel tanpa getaran, sedangkan tombol pemutar musik terasa kokoh dan nyaman untuk digunakan. Saya tidak pernah mengalami masalah dengan kontrol ini, berbeda dengan semua kontrol sentuh yang pernah saya coba sebelumnya.
Fitur Tambahan yang Menarik
Nothing Headphone A juga dilengkapi dengan pengatur fisik untuk daya dan tombol multifungsi yang terletak di earcup yang sama dengan kontrol lainnya. Saat ini, tombol tersebut saya atur untuk memicu asisten suara saya secara default, tetapi Anda juga bisa menggunakannya sebagai shutter kamera jarak jauh. Meskipun saya pribadi tidak terlalu tertarik untuk mengetuk telinga saya setiap kali ingin mengambil foto, fitur ini bisa memberikan sensasi seperti James Bond.
Dengan empat pilihan warna cerah—tiga earcup berwarna pada bingkai putih atau versi seluruh hitam—Nothing Headphone A menjadi salah satu produk paling menarik dari perusahaan ini. Saya sangat menyukai warna putih saya, yang memperlihatkan semua detail desain industrialnya, namun saya juga tertarik pada tampilan hitam yang elegan dengan finishing glossy-nya. Meskipun saya ingin menjadi pemilih tentang penampilan headphone saya, pada akhirnya, saya lebih sering mengenakannya, jadi estetika mungkin lebih penting bagi orang lain.
Kualitas Suara yang Memuaskan
Namun, faktor yang lebih penting saat jatuh cinta pada headphone baru adalah kualitas suaranya. Dan sekali lagi, Nothing berhasil memberikan hasil yang memuaskan. Saya bukan seorang audiophile, jadi saya tidak bisa membandingkan suara headphone ini dengan produk lain di pasaran, tetapi saya merasa cukup puas. Diafragma yang dilapisi titanium 40mm bekerja dengan baik, dan teknologi nirkabel LDAC menawarkan audio 24-bit, yang selalu menjadi nilai tambah. Meskipun mungkin ada headphone lain yang menawarkan kualitas audio lebih baik dengan harga dua kali lipat, saya tidak terlalu khawatir karena 95% penggunaan saya adalah streaming musik dari YouTube atau Spotify.
Active noise canceling dari Nothing juga terbilang baik—jauh lebih baik dibandingkan yang saya alami dengan earbud. Anda bisa memilih antara tiga tingkat peredupan suara pada Headphone A, tetapi saya lebih suka menggunakan pengaturan default di aplikasi Nothing X, yang cukup efektif untuk meredam suara bising dari pekerjaan jalanan saat saya berjalan untuk membeli kopi. Terkadang, fitur ini bisa terlalu efektif, tetapi mudah untuk mengaktifkan mode transparansi dengan menekan tombol.
Daya Tahan Baterai yang Luar Biasa
Aspek terbaik dari headphone ini adalah daya tahan baterainya—Headphone A ini mampu bertahan lama. Nothing mengklaim bahwa headphone mid-range ini dapat bertahan hingga lima hari, dan saya tidak bisa membantahnya. Secara teknis, klaimnya adalah 135 jam tanpa noise canceling dan sekitar 75 jam dengan fitur tersebut. Itu masih setara dengan tiga hari penggunaan terus-menerus. Bagi saya, jumlah jam tersebut lebih mirip sebulan penggunaan, jadi saya tidak keberatan untuk mengisi daya headphone ini lebih jarang dibandingkan jam tangan Garmin saya.
Walaupun mungkin cinta saya pada Nothing Headphone A dipengaruhi oleh pandangan positif saya, saya yakin headphone ini sangat cocok untuk penggunaan sehari-hari. Meskipun audiophile sejati mungkin mencari produk yang lebih premium, saya merasa tidak akan berpindah dari daya tahan baterai dan kontrol yang ditawarkan oleh Nothing Headphone A ini dalam waktu dekat.
Sumber: https://www.androidauthority.com/nothing-headphone-a-believer-3647044/




