Advertisement
Beranda › Parlemen Eropa Beralih ke Qwant, Tinggalkan Google sebagai Mesin Pencari Default

Parlemen Eropa Beralih ke Qwant, Tinggalkan Google sebagai Mesin Pencari Default

6/3/2026

Perubahan Besar di Parlemen Eropa: Beralih dari Google ke Qwant

Dalam dunia digital yang semakin berkembang, persaingan antar teknologi semakin ketat, terutama dalam sektor mesin pencari. Baru-baru ini, Parlemen Eropa mengambil langkah signifikan dengan memutuskan untuk tidak lagi menggunakan Google sebagai mesin pencari default di sistem resmi mereka. Keputusan ini akan mulai berlaku pada tanggal 4 Juni mendatang, dan mesin pencari yang dipilih untuk menggantikan Google adalah Qwant, sebuah layanan asal Prancis yang mungkin belum banyak dikenal oleh masyarakat luas.

Alasan di Balik Keputusan Parlemen Eropa

Keputusan untuk beralih dari Google ke Qwant tidak lepas dari komitmen Parlemen Eropa dalam menjaga kedaulatan digital dan perlindungan data pribadi pengguna. Dalam sebuah email yang dilihat oleh Politico, diungkapkan bahwa langkah ini sejalan dengan upaya untuk mengurangi ketergantungan pada perusahaan teknologi asing, terutama yang berbasis di Amerika Serikat. Langkah ini juga merupakan bagian dari paket kedaulatan teknologi yang diharapkan akan diluncurkan oleh Komisi Eropa untuk lebih memperkuat posisi Eropa dalam dunia teknologi.

Mengenal Qwant: Mesin Pencari yang Berfokus pada Privasi

Qwant adalah mesin pencari yang mengedepankan privasi pengguna. Salah satu klaim utama dari Qwant adalah bahwa mereka tidak melacak aktivitas pengguna dan tidak menjual data kepada pengiklan. Fitur ini tentu menjadi nilai tambah di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat akan privasi data di era digital saat ini. Berbeda dengan Google, pengguna Qwant memiliki kebebasan untuk menonaktifkan fitur kecerdasan buatan serta menghilangkan konten bersponsor dari halaman utama.

Implikasi dari Peralihan Ini

Dengan beralihnya Parlemen Eropa ke Qwant, semua pencarian yang dilakukan melalui bilah alamat di browser sistem Parlemen akan otomatis menggunakan Qwant sebagai mesin pencari default. Meskipun demikian, para pejabat masih memiliki kebebasan untuk menggunakan mesin pencari lain atau mengatur mesin pencari yang berbeda sebagai default sesuai dengan preferensi mereka. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada pergeseran kebijakan, masih ada ruang bagi individu untuk memilih alat yang mereka anggap paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Arah Masa Depan: Mengurangi Ketergantungan pada Teknologi Asing

Langkah Parlemen Eropa ini merupakan bagian dari tren yang lebih besar di Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada perusahaan teknologi asal AS. Beberapa negara, termasuk Prancis, telah mulai menjauh dari penggunaan aplikasi dan platform seperti Microsoft Teams dan Zoom. Tekanan dari para pembuat undang-undang Eropa juga semakin kuat agar teknologi yang digunakan di wilayah mereka tidak lagi bergantung pada produk yang berasal dari luar Eropa. Hal ini menunjukkan adanya keinginan kuat untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih mandiri dan berkelanjutan di Eropa.

Keputusan ini tentunya akan menjadi perhatian bagi banyak pihak, terutama bagi pengguna yang peduli dengan privasi data pribadi mereka. Dengan adanya alternatif seperti Qwant, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih layanan yang mereka gunakan, sekaligus mendukung upaya lokal untuk kedaulatan digital.

Sumber: https://www.androidauthority.com/european-parliament-ditches-google-search-qwant-3673975/

Baca Juga

Advertisement