Beranda › Penurunan Pasar HP Asia Tenggara, Samsung Dominasi Pasar

Penurunan Pasar HP Asia Tenggara, Samsung Dominasi Pasar

8/28/2026
Penurunan Pasar HP Asia Tenggara, Samsung Dominasi Pasar

Pasar smartphone di Asia Tenggara saat ini menghadapi tantangan yang berat. Mengacu pada laporan terbaru dari Counterpoint Research, pengiriman smartphone mengalami penurunan sebesar 15% secara tahunan pada kuartal II 2026. Meskipun demikian, Samsung berhasil mempertahankan pertumbuhannya dan semakin menguasai pasar.

Kontraksi Terbesar Sejak 2023

Penurunan 15% ini merupakan kontraksi terdalam yang dialami pasar smartphone Asia Tenggara sejak kuartal I 2023, di mana pengiriman juga turun sebesar 13% YoY. Salah satu penyebab utama dari penurunan ini adalah kenaikan biaya komponen, terutama memori. Selain itu, lemahnya belanja konsumen dan pergeseran pembelian selama musim perayaan ke kuartal pertama turut memperparah kondisi ini.

Analisis Situasi oleh Counterpoint Research

Shilpi Jain, Senior Analyst dari Counterpoint Research, menjelaskan bahwa pelemahan pada kuartal ini merupakan hasil kombinasi dari tekanan biaya dan penurunan permintaan di seluruh wilayah Asia Tenggara. Jain menyatakan, "Perlambatan Q2 2026 mencerminkan kombinasi tekanan biaya dan melemahnya permintaan di seluruh Asia Tenggara. Pasar juga terdampak oleh waktu pembelian musim perayaan, yang menggeser sebagian permintaan ke kuartal pertama."

Pangsa Pasar Samsung yang Meningkat

Samsung kini memimpin pasar smartphone Asia Tenggara dengan pangsa pasar mencapai 24% pada kuartal II 2026, meningkat signifikan dari 19% pada tahun sebelumnya. Pengiriman smartphone Samsung bahkan tumbuh 6% YoY, meskipun pasar secara keseluruhan mengalami penurunan. Kinerja positif ini didukung oleh ketersediaan produk yang lebih baik, kenaikan harga yang relatif terbatas, serta promosi pertengahan tahun yang menarik.

Perbandingan dengan Pesaing

  • Xiaomi berada di posisi kedua dengan pangsa 18%, meskipun pengirimannya mengalami penurunan 18% YoY.
  • Oppo mengalami penurunan yang lebih besar, dengan pangsa pasar jatuh dari 22% menjadi 17% dan pengiriman turun 34% YoY.
  • Apple tetap berada di lima besar dengan pangsa 9%, sedikit meningkat dari tahun lalu, dan pengiriman iPhone hanya turun sekitar 2% YoY.

Di luar lima besar, Honor mencatat pertumbuhan tercepat dengan pengiriman meningkat 61% YoY, berkat strategi ekspansi retail yang agresif.

Segmentasi Pasar dan Tren yang Terjadi

Perubahan signifikan terjadi pada segmen smartphone murah. Pengiriman smartphone dengan harga di bawah USD 150 turun drastis sebesar 38% YoY, menjadikannya segmen yang paling terpukul. Sementara itu, segmen smartphone premium menunjukkan permintaan yang tetap kuat, dengan pengiriman perangkat di kisaran harga USD 500-699 melonjak 74%.

Jain menambahkan, "Segmen entry-level menjadi yang paling terpukul, dengan pengiriman di bawah USD 150 turun 38% YoY dan segmen USD 250-499 turun 11% karena OEM menaikkan harga dan mengurangi eksposur di kelas entry-level." Sebaliknya, permintaan untuk smartphone premium terus meningkat, membawa pasar Asia Tenggara menuju perangkat dengan harga lebih tinggi.

Prediksi untuk Masa Depan

Counterpoint memperkirakan bahwa tekanan di pasar smartphone Asia Tenggara belum akan berakhir pada semester kedua 2026. Kenaikan biaya komponen, terutama memori, diperkirakan akan membatasi fleksibilitas harga, sementara konsumen masih berhati-hati dalam mengganti smartphone mereka. Oleh karena itu, vendor diharapkan semakin selektif dengan fokus pada pengelolaan stok dan profitabilitas, alih-alih hanya mengejar volume penjualan.

Sumber: https://inet.detik.com/consumer/d-8637570/pasar-hp-asia-tenggara-anjlok-15-samsung-makin-berkuasa

Baca Juga

Iklan