Ponsel pintar saat ini hadir dengan berbagai fitur AI yang menarik. Sering kali, tombol khusus untuk AI menjadi salah satu hal yang paling mencolok, namun tidak selalu menarik bagi pengguna. Artikel ini akan membahas bagaimana tombol AI yang sebelumnya dianggap mengganggu dapat diubah menjadi shortcut yang sangat berguna.
Tombol AI: Fitur Umum di Smartphone Modern
Dengan semakin berkembangnya teknologi, hampir setiap merek ponsel kini dilengkapi dengan tombol AI. Tombol ini biasanya terletak terpisah dari tombol daya dan volume, memungkinkan pengguna untuk langsung mengakses asisten AI dan fitur terkait. Contohnya, ponsel Motorola terbaru seperti Razr Fold dan Motorola Edge memiliki tombol AI di sisi kiri. Tidak hanya ponsel premium, Nothing Phone 4a juga menyematkan tombol serupa.
Pergantian Fungsi Tombol AI yang Mengagumkan
Saya pribadi awalnya tidak merasa perlu dengan tombol AI ini. Ketika menggunakan ponsel HONOR 600 Pro, saya merasa tombol tersebut hanya membuat saya kesal karena sering tertekan tanpa sengaja. Namun, setelah menjelajahi pengaturan ponsel, saya menemukan bahwa tombol AI ini bisa diprogram untuk melakukan berbagai tugas non-AI yang sangat berguna.
Beragam Fungsi yang Tersedia
Dengan tombol AI di HONOR 600 Pro, saya menemukan banyak pilihan menarik. Selain fitur AI, ada juga opsi untuk mengatur berbagai gestur seperti tekan lama, dua kali tekan, dan tekan sekali. Beberapa fungsi non-AI yang tersedia termasuk menyalakan senter, mengaktifkan kamera, dan mengganti mode suara ponsel.
Saya sangat terkesan dengan banyaknya aplikasi yang dapat diluncurkan menggunakan tombol AI ini. Misalnya, saya bisa menggunakan tombol ini untuk membuka aplikasi produktivitas favorit, membuat acara baru di Google Calendar, atau mengakses pengelola kata sandi di Firefox.
Membuat Shortcut yang Efisien
Setelah mencoba berbagai pengaturan, saya akhirnya menemukan kombinasi shortcut yang seimbang antara kesenangan dan produktivitas. Misalnya, gestur tekan lama saya atur untuk membuka permainan Pokémon Go yang saya mainkan setiap hari, sehingga saya tidak perlu mencari aplikasi di drawer atau membuat shortcut di layar utama.
Selanjutnya, gestur tekan dua kali saya atur untuk membuka aplikasi catatan, Notesnook, yang memudahkan saya untuk merujuk dan memperbarui catatan dengan cepat. Ini sangat membantu bagi saya yang mudah teralihkan saat mencatat. Terakhir, tekan sekali saya gunakan untuk menyalakan senter, yang sangat berguna saat saya harus berjalan di kegelapan menuju tempat tidur.
Keterbatasan pada Ponsel Lain
Tidak semua ponsel dengan tombol AI menawarkan fleksibilitas yang sama. Sebagai contoh, Motorola Edge 70 hanya menyediakan opsi untuk fitur AI atau menonaktifkan tombol tersebut sama sekali. Meskipun tombol tersebut tidak terasa mengganggu, pengguna seharusnya dapat memanfaatkan tombol AI mereka dengan lebih efektif.
Jika produsen ponsel memberikan kebebasan kepada pengguna untuk menggunakan tombol ini sebagai shortcut yang beragam, maka tombol tersebut tidak akan menjadi masalah yang mengganggu. Dengan begitu, pengguna dapat memanfaatkan fungsi tombol AI dengan lebih maksimal.
Tombol AI yang multifungsi bisa menjadi tambahan yang berguna bagi pengguna yang tidak hanya mengandalkan fitur AI. Saya pribadi merasa puas setelah menemukan kegunaan tombol AI di HONOR 600 Pro, dan berharap produsen lain juga mengikuti langkah ini.
Sumber: https://www.androidauthority.com/turned-android-phone-ai-button-into-powerful-shortcuts-3714021/


