Beranda › Kenaikan Harga Smartphone Xiaomi Akibat Krisis RAM

Kenaikan Harga Smartphone Xiaomi Akibat Krisis RAM

8/24/2026
Kenaikan Harga Smartphone Xiaomi Akibat Krisis RAM

Industri smartphone sedang menghadapi tantangan besar akibat lonjakan harga RAM yang memengaruhi biaya produksi. Xiaomi, salah satu produsen smartphone terkemuka, baru-baru ini mengumumkan kenaikan harga untuk beberapa model smartphone dan tablet mereka. Kenaikan ini dipicu oleh biaya komponen yang terus meningkat, yang membuat perusahaan tidak lagi dapat menyerap biaya tambahan tersebut.

Kenaikan Harga Signifikan untuk Beberapa Model

Xiaomi menginformasikan bahwa beberapa perangkat, termasuk Xiaomi 17T Pro dan beberapa konfigurasi POCO X8 Pro, akan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Misalnya, harga Xiaomi 17T Pro dengan RAM 12GB dan penyimpanan 256GB akan naik dari ¥119,800 (sekitar $754) menjadi ¥139,800 (sekitar $879). Untuk versi dengan penyimpanan 512GB, harganya akan melonjak dari ¥139,800 menjadi ¥159,800.

Model POCO Juga Terkena Dampak

Model POCO juga tidak luput dari kenaikan harga. POCO X8 Pro Max dengan RAM 12GB dan penyimpanan 256GB akan naik dari ¥79,980 (sekitar $545) menjadi ¥99,980 (sekitar $681). Sementara itu, untuk model 12GB/512GB, harganya akan meningkat dari ¥89,980 menjadi ¥109,980. Beberapa konfigurasi lain dari POCO X8 Pro juga akan mengalami kenaikan serupa.

Penyebab Kenaikan Harga

Xiaomi menjelaskan bahwa mereka sebelumnya telah berusaha menyerap biaya yang lebih tinggi untuk menjaga agar produk mereka tetap terjangkau. Namun, dengan biaya yang terus meningkat, khususnya dalam hal harga memori, mereka tidak bisa lagi mempertahankan strategi tersebut. Keputusan ini diambil seiring dengan tren umum di industri smartphone Android yang menunjukkan kenaikan harga, dengan Apple pun diperkirakan akan ikut menaikkan harga iPhone untuk model baru mereka.

Dampak pada Penjualan dan Pasar

Menurut laporan, bisnis smartphone Xiaomi sudah merasakan dampak dari kenaikan biaya memori dan komponen di kuartal kedua 2026, dengan pendapatan smartphone mengalami penurunan sebesar 7.5% dibandingkan tahun lalu dan pengiriman yang terjun bebas hingga 26%. Penjualan smartphone di China juga tercatat turun 13% selama festival belanja 618, karena banyak produsen yang menaikkan harga dan mengurangi diskon untuk mengimbangi biaya yang lebih tinggi.

Xiaomi berusaha untuk mengurangi dampak kenaikan harga ini pada peluncuran smartphone baru mereka yang akan datang. Perusahaan berjanji untuk mempertimbangkan harga dengan “maksimal” agar lebih mudah diakses oleh penggemar. Meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai model yang akan diluncurkan, Xiaomi memiliki beberapa pengumuman yang direncanakan untuk IFA minggu depan.

Sumber: https://www.androidauthority.com/xiaomi-smartphones-price-hike-3701917/

Baca Juga

Iklan