Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di perusahaan-perusahaan saat ini semakin marak. Banyak bisnis yang berlomba-lomba untuk mempercepat proses kerja dan meningkatkan efisiensi operasionalnya. Namun, ada satu hal yang perlu menjadi perhatian: AI yang digunakan tidak berdiri sendiri.
Komponen Penting dalam Sistem AI
Di balik teknologi AI, terdapat beragam komponen yang saling terhubung. Ini mencakup model, sistem penghubung aplikasi (API), basis data, perangkat lunak open source, perpustakaan, paket, hingga layanan pihak ketiga. Semakin kompleks rantai komponen ini, semakin banyak titik yang perlu diawasi oleh perusahaan.
Risiko Celah Keamanan dalam Rantai AI
Menurut Akamai Technologies, sebuah perusahaan content delivery network (CDN) dan penyedia layanan cloud asal Amerika Serikat, celah pada satu komponen dapat memicu masalah yang lebih besar. Jika satu bagian dari sistem terganggu, ini bisa membuat sistem rentan terhadap serangan siber. Pelaku kejahatan siber dapat memanfaatkan celah ini untuk mengacaukan operasional atau mencuri data penting perusahaan.
Konsep Shadow AI Supply Chain
Reuben Koh, Security Technology and Strategy Director Akamai untuk Asia Pasifik dan Jepang, menyebut fenomena ini sebagai Shadow AI Supply Chain. Istilah ini mengacu pada penggunaan berbagai komponen AI yang mungkin tidak sepenuhnya diketahui atau terpantau oleh perusahaan. Banyak pengembang AI yang tidak membangun semua produk dari awal, melainkan memanfaatkan model open source, perpustakaan, atau API dari pihak ketiga.
Pentingnya Pengawasan API dalam Sistem AI
AI modern sangat bergantung pada API sebagai penghubung antara model AI dan berbagai aplikasi serta database. Ketika AI digunakan untuk mengambil tindakan, API bisa menjadi jalur bagi AI untuk beroperasi dalam sistem perusahaan. Namun, ini juga membuka peluang bagi serangan siber. Data dari Akamai menunjukkan bahwa masalah ini sudah mulai terjadi di wilayah Asia Pasifik. Dalam survei keamanan API 2026, sebanyak 43 persen organisasi di APAC melaporkan mengalami serangan yang melibatkan API yang terhubung dengan teknologi AI, seperti aplikasi AI atau agent dalam periode satu tahun terakhir.
Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengawasan terhadap API yang digunakan, serta mengetahui sistem dan data apa saja yang terhubung. Dengan begitu, perusahaan bisa lebih siap dalam menghadapi risiko yang mungkin muncul akibat penggunaan AI.
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/08/21/11340077/akamai--ai-di-perusahaan-punya-rantai-celah-satu-rusak-bisa-picu-banyak-masalah



