Advertisement
Beranda › Nvidia RTX Spark Hadir, Ubah Lanskap Laptop dengan Superchip Inovatif

Nvidia RTX Spark Hadir, Ubah Lanskap Laptop dengan Superchip Inovatif

6/4/2026

Pengenalan Nvidia RTX Spark: Inovasi Terbaru dalam Dunia Laptop

Nvidia baru-baru ini memperkenalkan chip laptop terbarunya yang diberi nama RTX Spark di ajang Computex 2026. Kehadirannya diprediksi akan mengubah secara signifikan peta persaingan dalam industri PC. Berbeda dengan chip grafis biasa yang hanya dipasang di laptop, RTX Spark adalah superchip yang mengintegrasikan prosesor, GPU, dan memori dalam satu kesatuan. Dengan desain yang mirip dengan chip Silicon yang digunakan Apple di MacBook Pro, Nvidia kini menghadirkan inovasi serupa untuk laptop berbasis Windows.

Kemitraan Strategis dalam Pengembangan RTX Spark

RTX Spark lahir dari kolaborasi antara tiga perusahaan semikonduktor terkemuka. Nvidia bertanggung jawab dalam merancang komponen grafis dan kecerdasan buatan, sementara MediaTek menyediakan inti prosesor berbasis Arm Cortex. TSMC, di sisi lain, bertugas dalam proses produksi fisik chip ini dengan teknologi fabrikasi 3 nanometer. Chip ini memiliki nama teknis N1X, atau GB10 Grace Blackwell Superchip, yang sebelumnya digunakan dalam perangkat DGX Spark yang lebih mahal dan berjalan di sistem operasi Linux.

Spesifikasi dan Kinerja yang Mengesankan

Di sektor prosesor, RTX Spark menggunakan arsitektur Armv9, yang juga diadopsi oleh chip smartphone flagship saat ini. Chip ini terdiri dari 20 inti CPU, dengan 10 inti Arm Cortex-X925 yang memiliki kecepatan 4,0 GHz dan 10 inti A725 yang memiliki kecepatan 2,85 GHz. Menariknya, inti Cortex-X925 ini juga merupakan komponen yang sama dengan yang digunakan dalam chip MediaTek Dimensity 9400 yang dirilis tahun lalu. Hal ini menunjukkan adanya sinergi dalam pengembangan antara Nvidia dan MediaTek.

Salah satu fitur paling menonjol dari RTX Spark adalah 128 GB unified memory yang dimilikinya. Sebagai perbandingan, model AI Google yang beroperasi langsung di smartphone hanya membutuhkan kurang dari 4 GB memori, sementara model GPT open-source berparameter 120 miliar membutuhkan sekitar 80 GB. Dengan kapasitas memori yang besar ini, RTX Spark mampu menampung model AI kelas server secara penuh di laptop, memberikan performa yang sangat mengesankan.

Teknologi Interkoneksi NVLink-C2C: Kunci dari Kinerja Optimal

Keunggulan utama RTX Spark terletak pada teknologi interkoneksi NVLink-C2C milik Nvidia. Teknologi ini memungkinkan CPU dan GPU untuk berbagi akses ke seluruh 128 GB memori dengan latensi yang sangat rendah. Nvidia mengklaim bahwa bandwidth dua arah yang ditawarkan mencapai 600 GB/detik, menjadikannya sekitar lima kali lebih cepat dibandingkan PCIe Gen5 yang biasanya digunakan untuk menghubungkan CPU dan GPU di laptop konvensional. Dengan arsitektur ini, tidak ada lagi pemisahan antara memori sistem dan memori GPU, sehingga semua aplikasi, permainan, dan model AI dapat berbagi satu kolam memori yang sama tanpa adanya hambatan dalam transfer data.

Inovasi yang dibawa oleh Nvidia RTX Spark ini menunjukkan bahwa masa depan komputasi di laptop semakin menjanjikan. Dengan kemampuannya yang luar biasa, RTX Spark berpotensi untuk menggeser dominasi yang selama ini dipegang oleh Intel dan AMD dalam pasar prosesor laptop. Jika Anda seorang pecinta teknologi, tentunya ini adalah perkembangan yang sangat menarik untuk diikuti.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/06/03/10070017/mengenal-nvidia-rtx-spark-superchip-laptop-yang-ancam-intel-dan-amd

Baca Juga

Advertisement